JAKARTA, KOMPAS.com - Kartu Jakarta Pintar akan dilauncingkan perdana besok, Sabtu (1/12/2012) kepada siswa diseluruh sekolah di DKI Jakarta. Mengingat pengoperasian kartu layaknya sebuah kartu ATM tentu memerlukan pendampingan agar penggunaan dana yang bersumber dari Pemda DKI tersebut tepat sesuai dengan fungsinya yakni untuk membebaskan biaya pendidikan.
"Kita antisipasi (penggunaannya), kebetulan Bank DKI akan bikin gerai ATM yang permanen di sini, dari pihak kami akan mendampingi untuk pengambilan. Karena takut terjadi penyimpangan," kata Ruta Sugian Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, saat ditemui Kompas.com, di SMA Yappenda, Jumat (30/11/2012).
Setiap siswa nantinya akan mendapatkan KJP dengan dibuatkan rekening untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekolah.
Pihak sekolah Yappenda sendiri akan mengawasi agar dana yang diterima siswa dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan sebagaimana mestinya. Selain itu, tujuan utama KJP sendiri adalah supaya anak jangan sampai putus sekolah karena masalah biaya.
"Tiap anak di buat rekening masing-masing, dan dana dari Pemda masuk ke rekening siswa. Dalam hal itu, kita lihat tentang kejujuran mereka (menggunakan dana untuk keperluan pendidikan). Kita juga enggak bisa langsung mencurigai anak. Yang utama kita tanamkan kepercayaan, nanti akan ada tindakan preventif ke sana (pembimbingan)," ujar Ruta.
Langkah-langkah yang akan direncanakan, menurutnya, misalkan dengan menunjukan bukti transaksi. Sejauh mana hal tersebut akan diterapkan menurutnya masih akan diadaptasikan kembali nanti selanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan meluncurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar sekolah di seluruh DKI Jakarta.
Mengawali itu, peluncuran perdana kartu KJP ala Jokowi tersebut akan dilangsungkan di SMA Yappenda, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (1/12/2012) besok pagi.
0 komentar:
Posting Komentar