JAKARTA, KOMPAS.com -- Pendidikan olahraga dan seni saat ini, terutama di sekolah dasar berlangsung ala kadarnya. Guru-guru yang mengelola pembelajaran itu sering tidak disiapkan dengan baik.
Demikian pula sarana prasarana seni dan olah raga seadanya. Banyak sekolah yang tidak punya lapangan olahraga dan kelengkapan kesenian.
"Dalam kurun waktu dua-tiga tahun terakhir, kegiatan olahraga, seni, dan budaya pun menurun tajam karena keterbatasan dana dalam Bantuan Operasional Sekolah. Selain itu, aktivitas guru untuk membina kegiatan seni dan olahraga tidak dihargai sebagai beban mengajar. Akibatnya kegiatan ekstrakulikuler olahraga dan seni hanya berlangsung di sekolah unggulan, sedangkan sekolah lainnya kering," tutur Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, Selasa (6/11/2012) di Jakarta.
Mengingat pentingnya pelajaran olahraga dan seni, PGRI mengusulkan pada perubahan kurikulum yang akan datang, yang rencananya memperoleh porsi yang lebih besar, perlu disiapkan dengan sebaik-baiknya.
Sulistiyo mengatakan, perubahan kurikulum baru, terutama bidang olahraga dan seni tak akan banyak maknanya, jika guru yang mengelolanya tidak punya kompetensi yang baik dan melaksanakannya dalam proses pembelajaran.
0 komentar:
Posting Komentar