Home » » Pendidikan Damai Perlu Dikembangkan Guru

Pendidikan Damai Perlu Dikembangkan Guru

Written By Dino Cerata on Jumat, 30 November 2012 | 00.02

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pendidikan Damai Perlu Dikembangkan Guru
Nov 30th 2012, 08:02

Pendidikan Etika

Pendidikan Damai Perlu Dikembangkan Guru

Penulis : Ester Lince Napitupulu | Jumat, 30 November 2012 | 14:37 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/ INGGRIED DWI WEDHASWARY Pengamat Pendidikan Arief Rachman

DEPOK, KOMPAS.com- Para guru yang bertugas mendidik hendaknya mengajarkan siswa untuk dapat hidup bersama dan damai. Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Organisasi PBB Bidang Pendidikan, Sain, dan Budaya (UNESCO) Arief Rachman seusai membuka Lokakarya Pembelajaran untuk Hidup Bersama di Depok, Jumat (30/11/2012).

Arief mengatakan, konflik yang timbul di masyarakat dapat bermula dari adanya perbedaan seperti perbedaan suku, budaya, maupun agama. Salah satu penyebab konflik bermula dari tidak saling menghormati perbedaan satu sama lain.

"Karena itu, pendidikan untuk hidup bersama dan damai merupakan salah satu agenda penting UNESCO. Untuk mengembangkan konsep ini, materi perlu disiapkan dengan baik termasuk membina para guru," papar Arief.

Peserta lokakarya terdiri atas guru SMP dan SMA berasal dari 14 kota di Indonesia. Adapun fasilitator utama dari Indonesia, Sri Lanka, dan Portugal.

Guru, kata Arief, juga dilatih keterampilan berkomunikasi. Keberagaman suku memerlukan cara pendekatan yang khusus dalam berkomunikasi terutama dalam pemilihan kalimat dan kata yang tepat.

"Dimulai dengan guru karena untuk mempersiapkan generasi yang akan datang. Jadi kalau anak-anak nanti berada di dunia kerja mereka akan membawa semangat perdamaian," katanya.

Fasilitator lokakarya dari Sri Lanka Suchith Abeyewickreme mengatakan, guru dilatih mengenai isu-isu keberagaman budaya dan membangun perdamaian. Program ini, kata dia, disebut sebagai program pendidikan etika.

"Kami membantu guru berpikir kritis terhadap nilai-nilai seperti rekonsiliasi, empati, dan tanggung jawab, sehingga menghargai perbedaan budaya dan dapat hidup bersama," katanya.

Di seluruh dunia, program ini diterapkan dalam konteks beragam mulai di lingkungan sekolah, kurikulum, nonformal, dan di lingkungan keluarga.

Editor :

Marcus Suprihadi

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger