Home » » Pemprov DKI masih rumuskan rayonisasi sekolah unggulan

Pemprov DKI masih rumuskan rayonisasi sekolah unggulan

Written By Dino Cerata on Kamis, 15 November 2012 | 12.29

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Pemprov DKI masih rumuskan rayonisasi sekolah unggulan
Nov 15th 2012, 19:50

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih merumuskan rayonisasi pendaftaran siswa miskin berprestasi masuk ke sekolah unggulan di setiap jenjang pendidikan.

Sebanyak 40 persen dari jumlah penerimaan sekolah unggulan di Jakarta nantinya akan diprioritaskan bagi siswa lulusan sekolah nonunggulan.

"Standar masuknya tetap menggunakan Nilai Ujian Nasional. Tapi, ada pembagian antara pendaftar yang berasal dari keluarga miskin dan sekolah standar, dengan pendaftar dari orang kaya yang berasal dari lulusan sekolah unggulan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kamis (15/11).

Ia menjelaskan, secara detail proses rayonisasi siswa miskin berprestasi dengan hasil Nilai Ujian Nasional (NUN) sesuai standar minimal sekolah unggulan, harus diadu dengan siswa lainnya yang memiliki standar serupa.

"Misalnya, batas minimal Nilai Ujian Nasional masuk sekolah unggulan yakni rata rata 7 dengan jumlah murid yang diterima sebanyak 100 orang. Sebanyak 40 persen dari total murid yang diterima pihak sekolah unggulan berasal dari keluarga miskin dan lulusan sekolah nonunggulan yang berada di sekitar lokasi sekolah unggulan," katanya.

Para siswa, kata Ahok, dari keluarga tidak mampu itu cukup memenuhi NUN sesuai batas minimal yang disyaratkan Sekolah Unggulan.

"Sisanya 60 persen dialokasikan secara bebas kepada seluruh warga," tuturnya.

Basuki menilai adanya penerapan kuota bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin dan sekolah biasa, namun memiliki intelektual memadai sangat penting dalam rangka pemerataan tingkat pendidikan.

"Tidak mungkin mengadu siswa miskin meski pintar dengan siswa yang berasal dari keluarga kaya dalam satu seleksi NUN. Siswa dari keluarga kaya bisa ambil les, gizinya bagus, tidak punya tanggungan sehingga mereka berhasil meraih NUN dengan nilai di atas rata rata," ujarnya.

Basuki mengungkapkan, Dinas Pendidikan DKI saat ini masih merumuskan metode yang tepat untuk menerapkan kebijakan tersebut.

"Mekanisme kebijakan masih dikaji. Gubernur dan saya juga masih menunggu pemaparan anggaran dari Dinas tersebut secara keseluruhan," ujarnya. (ANT306/KWR)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger