JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera menyosialisasikan perubahan kurikulum pendidikan tahun 2013. Sosialisasi ini dibutuhkan bagi penerbit buku teks pelajaran untuk dapat menyiapkan buku-buku teks yang sesuai perubahan kurikulum baru seperti yang disiapkan pemerintah.
"Kami meminta supaya Ikapi dilibatkan dan diberi sosialisasi yang cukup. Sebab, Ikapi pun ingin mendukung perubahan kurikulum dengan penerbitan buku-buku teks yang baik dan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pemerintah dan masyarakat," kata Ketua Umum Ikapi Pusat Lucya Andam Dewi dalam pembukaan Indonesia Book Fair ke-32 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
Lucya mengatakan, Ikapi berkomitmen mendorong penerbit buku mengutamakan kualitas. Apalagi untuk buku teks pelajaran, penerbit buku harus menghindari kesalahan pencetakan maupun materi. "Keluhan soal terbitan buku pelajaran yang ada mengandung pornografi atau kekerasan sangat kami respon dengan baik. Kami mendukung supaya penerbitan buku pelajaran selektif. Dalam rangka perubahan kurikulum baru, penerbit harus diberi waktu yang cukup untuk menerbitkan buku-buku yang sesuai keinginan pemerintah dan sekolah," kat Lucya.
0 komentar:
Posting Komentar