Home » » Pemanfaatan Teknologi Informasi Belum Optimal

Pemanfaatan Teknologi Informasi Belum Optimal

Written By Dino Cerata on Minggu, 11 November 2012 | 04.04

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pemanfaatan Teknologi Informasi Belum Optimal
Nov 11th 2012, 12:04

Pemanfaatan Teknologi Informasi Belum Optimal

Penulis : Ester Lince Napitupulu | Minggu, 11 November 2012 | 15:35 WIB

Dibaca:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Masyarakat Indonesia adaptif terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sayangnya, penerimaan tersebut belum disertai terbangunnya budaya hidup dalam perkembangan TIK.

"Ada kesenjangan dalam sikap adaptif masyarakat terhadap teknologi. Akibatnya, pemanfaatan TIK masih untuk konsumtif dan belum berdampak pada upaya memberdayakan diri," kata Zainal A Hasibuan, Wakil Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (Detiknas), Minggu (11/11/2012) di Jakarta.

Menurut Zainal, pengguna internet untuk jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter terbilang tinggi. Pemilik telepon seluler hampir sama dengan jumlah penduduk Indonesia. "Tetapi pemanfaatannya belum pas. Jejaring sosial misalnya masih untuk narsis. Padahal, kita ingin pemanfaatan TIK untuk mendorong produktivitas dan membuat masyarakat jadi belajar menggunakan TIK dengan baik," tutur Zainal.

Dengan TIK, misalnya, semestinya siswa/mahasiswa menjadi lebih mudah untuk mengakses bacaan atau jurnal. Akan tetapi, justru plagiarisme juga meningkat karena kemudahan ini. "Jika terbangun budaya memanfatkan TIK secara benar, pengaruh-pengaruh negatif dari kemajuan TIK bisa diatasi. Sebaliknya, justru nilai-nilai positif yang bisa dimunculkan" kata Zainal.

Illa Sailla, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran dan saling berbagai informasi di antara institusi pendidikan didorong. Ternyata, adaptasi di kalangan mahasiswa cukup tinggi dibandingkan dosen.

Menurut Illa, peningkatan jumlah dosen yang memanfaatkan TIK masih rendah. Untuk mengakses informasi program hibah di Kemendikbud di laman resmi terlihat mahasiswa lebih proaktif. Untuk program hibah bina desa di kalangan mahasiswa, lowongan secara online dibuka untuk 20 mahasiswa. Namun, pendaftar bisa mencapai 1.600 mahasiswa. "Sebaliknya, di kalangan dosen rendah. Ada program untuk 50 dosen, yang daftar secara online hanya 56 orang," ungkap Illa.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger