Home » » Mending Mentoring daripada Tambah Durasi Belajar

Mending Mentoring daripada Tambah Durasi Belajar

Written By Dino Cerata on Kamis, 29 November 2012 | 06.04

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Mending Mentoring daripada Tambah Durasi Belajar
Nov 29th 2012, 14:04

KOMPAS.com/ABDUL HAQ Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penambahan durasi belajar dalam perubahan kurikulum ini masih dianggap wajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dibandingkan negara lain, Indonesia memang masih memenuhi kuota untuk menambah durasi belajar.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar, mengatakan bahwa penambahan durasi belajar untuk para peserta didik ini tidak perlu dilakukan. Dengan durasi singkat, anak-anak juga tetap bisa belajar optimal seperti yang dilakukan di Finlandia.

"Mendikbud sendiri menyadari jumlah jam belajar di Finlandia lebih singkat dari pada di Indonesia. Jadi tak masalahnya kita juga seperti itu," kata Raihan saat dihubungi, Kamis (29/11/2012).

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa durasi singkat tersebut tetap harus diimbangi dengan kelompok mentoring atau tutorial terhadap peserta didik. Hal ini cukup ampuh dilakukan di Finlandia karena dapat dengan mudah menjangkau siswa yang kesulitan belajar.

"Inilah yang menjadi salah satu faktor keberhasilan pendidikan di sana. Metode mentoring ini sangat efektif daripada metode tatap muka di kelas," jelas Raihan.

Metode mentoring ini dilakukan dengan pembagian siswa ke dalam kelompok belajar yang beranggotakan sekitar 10-12 siswa dan seorang guru sebagai fasilitatornya. Dengan demikian, hubungan guru dan murid terjalin lebih baik dan lebih nyaman untuk belajar.

"Tingkat penyerapan ilmu, nilai dan karakter siswa bisa lebih maksimal dibandingkan dengan metode tatap muka di kelas," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan hal senada bahwa Finlandia memiliki durasi belajar tersingkat. Namun selepas sekolah anak-anak tersebut didampingi seorang guru untuk mentoring atau tutorial.

Hal ini berjalan lancar di Finlandia karena jumlah populasi di sana tidak terlampau banyak. Kemudian perbandingan antara jumlah siswa dengan guru seimbang sehingga metode mentoring ini bisa diterapkan dan terus berjalan.

"Di Indonesia ini, jumlah siswanya banyak. Gurunya masih banyak yang kurang. Tapi kami segera cari solusi. Metode tutorial juga bisa dijadikan pilihan tapi bukan untuk saat ini," kata Nuh.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger