Home » » Lampu, Bagian dari Drama Otomotif

Lampu, Bagian dari Drama Otomotif

Written By Dino Cerata on Kamis, 29 November 2012 | 17.20

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Lampu, Bagian dari Drama Otomotif
Nov 29th 2012, 18:28

New York, KompasOtomotif – Bak sebuah film melankolis, lampu semakin mendramatisir desain mobil. Tidak hanya dipasang karena fungsinya sebagai penerangan, lampu dipertimbangkan desainer mobil untuk mendongkrak penampilan. Desainnya pun tambah atraktif.

Pada Cadillac XTS, lampu menerangi tuas pembuka pintu. Ford Focus listrik mengadopsi nyala lampu yang berpendar di sekitar "colokan" charger. Membuka pintu Ford Mustang dan Range Rover Evogue, tampak logo yang bercahaya di dasar karpet, membentuk siluet dengan pinggiran bercahaya seperti sinyal panggilan Batman.

Untuk lampu utama, desainnya semakin menarik, termasuk penggunaan LED sebagai lampu di siang hari atau daytime running light (DRL). Bahkan Mercedes-Benz menggunakan beberapa warna untuk varian khusus pada lampu utama. Produsen menangkap tren ini sebagai peluang. Diyakini, desain lampu kini menjadi salah satu daya tarik.

Chief Designer Mercedes-Benz Gorden Wagener menjelaskan bahwa lampu utama menjadi salah satu konsentrasi para desainer. "Bagi kami, lampu ibarat bagian tubuh manusia, yaitu mata. Alisnya disimbolisasikan dengan DRL, dan pinggirannya seperti eye shadow pada dandanan wanita," terangnya.

Perkembangan teknologi
Lampu mobil-mobil BMW dengan ciri khas bulat-bulat kini tak dipakai lagi, mengimbangi perang desain yang semakin panas di kalangan produsen. Sebastian Morgenstern, Exterior Detail Designer BMW menggarisbawahi bahwa evolusi ciri khas merek bisa dilihat pada perubahan desain lampu.

Lampu bulat diganti model memanjang beraura galak. "Paling susah menemukan titik, lampu bundar harus dipotong untuk menghasilkan persegi panjang elegan. Teknologi baru, membuat desainer lebih liar mengikutinya," beber Morgenstern.

Audi, adalah pionir penggunaan LED, lampu hemat energi tapi menghasilkan cahaya lebih terang. Produsen Jerman ini memakai LED sebagai pemanis pada lampu utama dan belakang. "Kami menginginkan Audi gampang dikenali baik siang atau malam," beber Cesar Muntada, desainer eksterior Audi.

Angel Eyes
Belakangan juga banyak diterapkan penggunaan lampu yang lebih mengarah ke gaya mata dewa (angle eyes), "mata" yang membuat penampilan mobil keren. Biasa,  menggabungkan bulatan lampu dengan pendaran cahaya lain.

Mobil-mobil mewah sudah mengadopsinya. Banyak produk aftermarket menyediakan berbaga pilihan bentuk mata agar tampilan semakin menarik. Karena atraktif, biker banyak yang tergoda menggunakannya. Inilah "drama" dalam otomotif yang akan selalu berubah mengikuti perubahan jaman. 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger