Home » » Kurikulum 2013 Diprediksi Juga Bakal Berumur Pendek

Kurikulum 2013 Diprediksi Juga Bakal Berumur Pendek

Written By Dino Cerata on Kamis, 29 November 2012 | 06.04

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kurikulum 2013 Diprediksi Juga Bakal Berumur Pendek
Nov 29th 2012, 14:04

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dijalankan sejak tahun 2006 akan segera digantikan oleh Kurikulum 2013 mulai Juni tahun depan. Namun kurikulum baru ini diprediksi tidak akan jauh berbeda nasibnya dengan kurikulum sebelumnya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar, mengatakan bahwa perubahan kurikulum yang ada saat ini hanya fokus pada materi ajar saja. Sementara aspek pedagogik atau metode pengajaran yang dilakukan di sekolah tidak mengalami perubahan yang signifikan.

"Perubahan kurikulum ini masih fokus pada aspek materi ajar tanpa merevisi aspek guru dan pedagogiknya. Sebagus apapun materi ajar tidak akan diserap optimal oleh peserta didik tanpa pola ajar yang baik," kata Raihan saat dihubungi, Kamis (29/11/2012).

"Nanti ujung-ujungnya, kurikulum 2013 tidak akan berguna. Cuma sebentar saja kurikulum direvisi lagi. Gonta-ganti kurikulum seperti ini tidak akan efektif," imbuh Raihan.

Ia menegaskan bahwa aspek pedagogik yang berhubungan dengan guru ini sangat penting. Pasalnya, guru merupakan eksekutor yang menentukan berhasilnya penerapan kurikulum terhadap para peserta didik di sekolah. Untuk itu, pembahasan di tingkat atas mestinya menyinggung juga masalah ini bukan hanya sibuk berdebat masalah jumlah mata pelajaran.

Selanjutnya, ia mempertanyakan bentuk pembelajaran dari kurikulum baru ini. Pihak kementerian selalu menyebut bahwa dengan kurikulum baru ini, anak-anak yang diminta aktif mencari tahu sedangkan guru hanya mengarahkan anak-anak ini untuk melakukan observasi sendiri.

"Kurikulum baru ini kan maunya siswanya yang aktif. Tapi bagaimana bentuknya? Sepertinya ya masih tatap muka di kelas juga," ujar Raihan.

Hal serupa pernah diungkapkan oleh Direktur Institute of Education Reform of Universitas Paramadina, Utomo Dananjaya bahwa selama ini kurikulum hanya dianggap semacam daftar mata pelajaran saja. Akibatnya, cara pandang yang salah tentang kurikulum ini juga membuat pola yang salah saat mengubah kurikulum.

"Pengurangan dan penambahan mata pelajaran itu bukan makna dari kurikulum. Jadi, jangan memandang kurikulum hanya mata pelajaran saja agar tidak salah sasaran," ujar Utomo.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger