Home » » Keselamatan Anak di Jalan Memprihatinkan

Keselamatan Anak di Jalan Memprihatinkan

Written By Dino Cerata on Senin, 05 November 2012 | 16.09

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Keselamatan Anak di Jalan Memprihatinkan
Nov 5th 2012, 18:32

JAKARTA, KOMPAS.com - Keselamatan anak-anak di jalan harus mendapat perhatian serius, karena tingginya kecelakaan yang memakan korban anak-anak. Padahal, anak-anak hampir setiap hari beraktivitas dari rumah ke sekolah.

Keprihatinan terhadap ancaman keselamatan anak di jalan ini, diangkat menjadi tema Konferensi Anak Indonesia 2012 bertajuk Keselamatanku di Jalan, yang diselenggarakan Majalah Bobo pada 4-9 November.

Pada pembukaan di Gedung Kompas Gramedia, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (5/11/2012), hadir anatara lain Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, dan Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan Hotma Simanjuntak.

Menteri PU mengatakan, ketika berada di jalan raya, setiap orang harus memperhatikan keselamatan dirinya dan orang lain. Kesadaran untuk berlalu-lintas yang baik tersebut, bisa ditanamkan sejak usia dini.

"Pemerintah mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan program dari berbagai instansi pusat dan daerah, untuk berupaya menurunkan angka kecelakaan di Indonesia," kata Djoko.

Sementara itu Hotma mengatakan, sejak tahun 2007 Kementerian Perhubungan memulai program zona selamat sekolah (ZoSS) di banyak sekolah di berbagai daerah. "Seharusnya program ini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah, supaya makin banyak sekolah yang menerapkan ZoSS," ujar Hotma.

Dari data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, potensi kematian akibat kecelakaan lalu-lintas meningkat tajam, ketika anak mencapai usia mobilitas independen yaitu usia 5-29 tahun.

Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu-lintas menduduki peringkat kedua pada usia 5 -14 tahun, menduduki peringkat pertama pada usia 15 - 29 tahun, dan peringkat ketiga pada usia 40 -44 tahun.

Pemimpin Redaksi Majalah Bobo sekaligus Ketua Panitia Konferensi Anak Indonesia 2012, Kussusani Prihatmoko, menyebutkan, keselamatan anak di jalan memprihatinkan. Ancaman ini harus mendapat perhatian serius dari orang-orang dewasa, mulai dari pihak sekolah, keluarga, dan pemerintah.

"Tema Keselamatanku di Jalan ini akan dibahas 36 siswa SD yang terpilih dari 28 provinsi. Mereka akan belajar banyak soal keselamatan di jalan. Nantinya mereka akan menjadi duta keselamatan anak di jalan. Mereka akan mensosialisasikan soal keselamatan di jalan kepada teman-teman di daerahnya," ujar Kussusani.

Anak-anak yang terpilih sebagai peserta konferensi Anak Indonesia 2012, diseleksi dari karya tulis yang dikirim ke majalan anak Bobo. Ada 1.681 karya tulis yang diterima Majalah Bobo. Mereka menuliskan pengalaman berjalan menuju sekolah di daerah masing-masing.

Pada upacara pembukaan, tiap anak memakai busana daerahnya amsing-masing. Kemudian peserta dibagi dalam enam kelompok daerah yakni Sulawesi, DKI Jakarta, Kalimantan, Papua, Sumatera Utara, dan Bali untuk mementaskan drama singkat perjalanan ke sekolah dari beberapa tulisan peserta.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger