JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi di era globalisasi ini semakin pesat. Semua sektor, termasuk pendidikan, dituntut untuk terintegrasi dengan teknologi demi menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi.
Pemerintah sendiri akan menetapkan TIK sebagai basis untuk seluruh mata pelajaran di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dalam kurikulum 2013 mendatang. Intel Indonesia juga turut digandeng oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mendukung pengembangan TIK di dunia pendidikan Indonesia.
"Kami akan terus mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang bertujuan mengembangkan kompetensi TIK," ungkap Education Manager Intel Indonesia Corp, Laksmana Brimy, dalam jumpa pers seusai penyerahan Intel Education Awards 2012 di Park Hotel, Jakarta, Selasa (26/11/2012).
Brimy menyebutkan, Kemdikbud menggandeng Intel Indonesia untuk mengembangkan belajar jarak jauh (distance learning) untuk tingkat SMA/SMK. Fokus pada pengembangan TIK di dunia pendidikan juga ditempuh melalui program Intel Education Initiative untuk guru yang memakan anggaran hingga sekitar 400.000 dolar Amerika.
"Kami menggelar program ini ditujukan untuk mencapai pendidikan yang mampu menjawab tantangan abad 21," kata Brimy.
Salah satu bentuk kegiatannya adalah program pelatihan yang bernama Intel Teach. Umumnya pelatihan dilakukan secara online sehingga mudah diakses oleh guru dalam jumlah banyak. Namun pelatihan offline juga tetap dilakukan pada daerah tertentu.
"Pelatihannya mencakup banyak hal. Hanya saja landasannya pada tiga hal yaitu standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD), teknologi dan pendidikan karakter," tuturnya.
Program ini, lanjut Brimy, telah melatih lebih dari 70.000 guru di seluruh Indonesia untuk mengenal dan mengimplementasikan teknologi dalam aktivitas sehari-hari di kelas bersama dengan anak didiknya. Setiap tahun, ada sekitar 10.000 guru yang menerima pelatihan. Pada rentang tahun 2008-2009, ada 25.000 guru yang menerima pelatihan, termasuk para guru dari daerah tertinggal.
Selain program pelatihan ini, pihaknya juga pernah melakukan donasi laptop untuk guru di seluruh Indonesia terhitung dari 2008 hingga 2011.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar