JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan beasiswa kepada keluarga salah seorang guru peserta program Sarjana Mengajar daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T), Winda Yulia, yang tewas tenggelam di Aceh Timur. Pemberian beasiswa ini merupakan wujud perhatian Kemdikbud atas pengorbanan alumni terbaik Jurusan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tersebut.
"Semangat Winda akan kami teruskan melalui keluarganya untuk bersekolah," kata Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud Supriadi Rustad di Bandung, Jumat (30/11/2012) usai penyemayaman jenazah Winda di UPI.
Supriadi menjelaskan, beasiswa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan akan diberikan. Beasiswa akan diberikan kepada seluruh keluarga kandung dari Winda. Apabila tidak terdapat keluarga kandung, maka satu orang yang ditunjuk oleh keluarga menjadi perwakilan. "Beasiswanya full coverage,"terang Supriadi.
Supriadi mengatakan, pemerintah menghargai jasa almarhumah, dan menganggap beliau mengalami musibah saat menjalankan tugas negara. Rektor UPI Sunaryo Kartadinata menambahkan, pihak universitas akan berusaha memfasilitasi keinginan keluarga dari Geugeut. Pencarian tim SAR, dan UPI akan Geugeut akan terus dilanjutkan. Hal ini sesuai atas permintaan keluarga. "Ada sebanyak dua tim yang ikut memantau, dari kami dan juga dari Universitas Negeri Medan," jelasnya.
Winda berpulang seusai menghadiri rapat koordinasi SM3T di Kantor Dikpora Kabupaten Aceh Timur, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (26/11/2012). Seharusnya, Winda, ketiga rekannya, dan dua orang supir akan kembali ke Desa Melidi, tempat mereka bertugas. Namun, arus sungai menghantam perahu yang ditumpangi. Setelah melalui pencarian selama empat hari, Winda akhirnya ditemukan tak bernyawa, Kamis siang (29/11/2012).
Sedangkan, rekannya Geugeut Zaludiosanusa Anafi masih dalam tahap pencarian. Seusai menghadiri penyemayaman di UPI, Supriadi juga sangat berharap Geugeut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. SM3T adalah program sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun. Program ini akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru.
0 komentar:
Posting Komentar