KOMPAS.com - MuDAers masih ingat kan, tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan? Demi mempertahankan kemerdekaan, banyak pahlawan gugur di peperangan. Apa sih yang kamu lakukan buat mengenang jasa para pahlawan kita? Siapa saja yang bisa disebut pahlawan?
Pahlawan adalah orang yang berkorban demi orang lain tanpa pamrih, dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik," ujar Kiki, siswi SMA Al Azhar 4 Kemang Pratama, Bekasi, saat ditanya pendapatnya tentang pahlawan.
Pahlawan biasanya identik dengan orang yang berjuang demi memperebutkan kemerdekaan bangsa. Dahulu, perjuangan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dilakukan lewat perang dan pemberontakan.
Peristiwa 10 November adalah contoh perlawanan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Di sini tak sedikit warga sipil menjadi korban. Lewat orasinya, Bung Tomo mampu membangkitkan semangat rakyat untuk ikut berjuang mempertaruhkan jiwa raga demi mempertahankan hak hidup merdeka di Tanah Air.
Masa kini
MuDAers, sadar atau tidak, kita menikmati hasil pengorbanan pahlawan tempo dulu. Seperti kebebasan berpendapat, kesempatan mengenyam pendidikan, dan kebebasan dari tekanan bangsa asing, adalah beberapa contohnya.
Lalu, masih perlukah jiwa kepahlawanan itu sekarang ini? Masih adakah orang yang mau berkorban, bersusah payah melakukan sesuatu tanpa pamrih alias tak ada udang dibalik batu (tak ada maksud tertentu)?
Padahal hampir setiap hari telinga kita mendengar dan mata kita membaca sajian berita perilaku beberapa petinggi negeri ini yang doyan korupsi, perkelahian pelajar, dan penyerangan pelajar satu kepada pelajar sekolah lain hingga menelan jiwa muda yang sia-sia.
Ups, jangan skeptis dong, masih ada lho MuDAers yang peduli kepada negara ini. Salah satu contoh, banyak anak muda yang pada tanggal 28 Oktober lalu, berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, untuk beraksi menentang korupsi bersamaan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda.
Ada juga sukarelawan lingkungan yang tergabung dalam Semeru atau Semangat Merah Putih. Mereka secara sukarela berkeliling membersihkan sampah. "Beberapa anggota kelompok kami ada yang mahasiswa dan juga ibu rumah tangga," ujar salah satu sukarelawan Semeru.
Tetap butuh
Meskipun kita telah merdeka, bukan berarti pahlawan sudah tidak dibutuhkan lagi. Kita dapat menjadi pahlawan dengan cara mempunyai semangat kepahlawanan untuk membantu orang lain, bahkan melestarikan budaya bangsa.
"Kalau dulu (para pahlawan) perang fisik, sekarang dapat dibuktikan dengan prestasi yang mengangkat nama negara," kata Suseno, guru pelajaran Kewarganegaraan SMA Al-Azhar 4 Kemang Pratama, Bekasi.
Soekarno pernah menyampaikan, bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa pahlawannya. Yuk muDAers, kita isi kemerdekaan dengan menonjolkan semangat kepahlawanan. Caranya dengan melakukan hal-hal positif bagi bangsa kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melanjutkan perjuangan para pahlawan?
TIM SMA ISLAM AL AZHAR 4 BEKASI, JAWA BARAT: ERLAND ANDRIANO, NANDITYA NIVELIA DAFITRI, MITHA SARAHDEWI, FAYESHA GHINTA D, HATMAJI ISMU WICAKSONO
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar