Home » » Ini Kemungkinan Sebab Guru Diundang Lagi Ikut UKG

Ini Kemungkinan Sebab Guru Diundang Lagi Ikut UKG

Written By Dino Cerata on Rabu, 07 November 2012 | 06.03

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Ini Kemungkinan Sebab Guru Diundang Lagi Ikut UKG
Nov 7th 2012, 14:03

Ini Kemungkinan Sebab Guru Diundang Lagi Ikut UKG

Penulis : Riana Afifah | Rabu, 7 November 2012 | 19:27 WIB

Dibaca:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sejumlah guru mengerjakan soal uji kompetensi guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Selasa (31/7). Ujian kompetensi gelombang kedua di sekolah tersebut berjalan lancar, sedangkan gelombang sebelumnya gagal karena terkendala koneksi internet.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan yang mewarnai Uji Kompetensi Guru (UKG) masih terus terjadi. Salah satunya adalah guru yang berkali-kali diundang untuk melakukan UKG padahal yang bersangkutan telah mengikuti uji kompetensi ini baik gelombang pertama maupun gelombang kedua.

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unifah Rosyidi, mengatakan bahwa hal tersebut memang bisa terjadi. Namun jika yang bersangkutan memang telah mengikuti UKG sebelumnya maka bisa melapor pada panitia dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

"Memang tidak langsung hari itu juga diperiksa. Jadi yang memang merasaa sudah pernah ikut, tinggal lapor saja dan nanti namanya akan dicatat untuk kemudian diperiksa," kata Unifah kepada Kompas.com, Rabu (7/11/2012).

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa kemungkinan mengapa guru yang telah ikut UKG pada gelombang pertama kembali diundang pada pelaksanaan uji kompetensi berikutnya. Kemungkinan pertama adalah apa yang telah dikerjakan tidak tersimpan.

"Jadi yakin kalau apa yang dikerjakan itu tersimpan. Tapi memang masalah teknis seperti jaringan melemah akhirnya membuat jawaban tak tersimpan. Tapi ini laporkan saja dulu," jelas Unifah.

Kemungkinan selanjutnya adalah data yang dimasukkan oleh para guru tidak bersih atau tidak sesuai. Misalnya, berdasarkan sertifikasi akademik adalah guru bahasa Inggris tapi justru data yang dimasukkan bukan mata pelajaran yang sesuai sertifikasi tersebut.

"Nah untuk data yang tidak clean seperti ini akan terdeteksi. Jadi harus diisi sesuai sertifikasi akademik guru tersebut," jelas Unifah.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger