Kompas.com/Caroline DamanikTaman tak hanya dihiasi oleh bunga-bunga sungguhan. Taman SD Sekolah Citra Alam, Ciganjur, Jakarta Selatan, juga diwarnai dengan bunga-bunga hasil daur ulang dari sampah plastik dan limbah rumah tangga.
Kompas.com/Caroline Damanik

Kompas.com/Caroline Damanik
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa ini menggambarkan sudut taman di SD Sekolah Citra Alam Ciganjur, Jakarta Selatan, Selassa (20/11/2012).
Awalnya hanya bertujuan mengajarkan pola hidup ramah lingkungan kepada anak-anak berusia sekolah dasar. Namun, hasilnya ternyata bisa membantu mempercantik taman sekolah. Dan tentu saja bisa terjadi pula di rumah.
Dari semangat reduce, reuse, dan recycle (3R), anak-anak diajarkan untuk mendaur ulang sampah yang mereka temui sehari-hari. Dari limbah rumah tangga seperti kemasan botol mineral, mie instan, kemasan makanan ringan dan plastik, anak-anak ini menciptakan bunga-bunga nan menawan mata. Tak hanya orangtua, anak-anak pun senang melihatnya.
Tengok saja, bunga matahari berukuran besar yang dibuat oleh siswa kelas 3, Muhammad Rifqi. Sekilas, tak ada yang menyangka bunga itu berasal dari barang bekas berupa kantong plastik. Hasilnya, malah terbilang wah!
Ada juga bunga buatan berwarna putih dan pink yang dibuat Keina, siswa kelas 5. Karena kemarin tidak masuk sekolah, dia baru menaruh bunganya pada hari ini.
"Ini dari plastik bekas. Kemarin disuruh bikin sama ibu guru. Sampah di rumah jadi berkurang deh," ungkapnya di sela Tur Edukasi Bumiku Lestari yang digawangi penyanyi Oppie Andaresta bersama World Wildlife Fund (WWF) dan BNI di Sekolah Citra Alam.
Yang tak kalah menawan adalah bunga karya Ricky, kelas II. Sampah botol kemasan dibentuk seperti kelopak, diwarnai dengan cat, dirangkai seperti bunga lalu bagian tengahnya dihias dengan tutup botol kemasan yang juga diwarnai.
Hasilnya?
Sampah plastik bisa berusia lebih lama, taman pun jadi lebih indah. Seru kan berkreasi dengan anak-anak!
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar