Home » » Festival Film Sains ajak pelajar hargai air

Festival Film Sains ajak pelajar hargai air

Written By Dino Cerata on Selasa, 06 November 2012 | 04.13

ANTARA News - Teknologi - Sains
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Festival Film Sains ajak pelajar hargai air
Nov 6th 2012, 11:38

Ilustrasi (usu.edu)

Generasi muda Indonesia perlu menghargai air sebagai kekayaan alam yang harus dihargai.

Berita Terkait

Pontianak (ANTARA News) - Festival Film Sains Tahun 2012 yang digelar di Pontianak, 6-7 November, mengajak generasi muda Indonesia untuk lebih menghargai air sebagai salah satu sumber daya alam yang masih berlimpah.

"Generasi muda Indonesia perlu menghargai air sebagai kekayaan alam yang harus dihargai. Bukan malah mengotori, apalagi membuatnya tercemar," kata Project Coordinator Goethe-Institute di Indonesia, Maike Meister pada sela-sela pemutaran film yang dipusatkan di Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa.

Ia melanjutkan, film-film yang ditampilkan juga untuk memberi pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya menghargai air dalam kehidupan sehari-hari.

Selain film, di sela pemutaran juga digelar permainan serta eksperimen yang memiliki relasi dengan isi dari film yang ditayangkan.

"Kami berharap, ada pesan dari film-film ini yang dapat ditampilkan kepada orang-orang disekitar seperti orang tua," ujar Maike Meister.

Ia mencontohkan film yang berjudul "Song for Tukik", dengan latar belakang Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Di film yang disutradarai Kamila Andini itu, tidak hanya menampilkan keindahan bawah laut Wakatobi, juga habitat serta program adopsi penyu di salah satu pulau.

Festival Film Sains tersebut hasil kerja sama Goethe - Institute, WWF Indonesia, dan panitia lokal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pontianak.

Film yang diputar itu antaralain, "A Song For Tukik" (Lagu untuk Tukik), "My Dear Little Planet" (Planet Mungil Yang Kusayang), dan "Science Kids" (Anak-Anak Sains).

My Dear Little Planet adalah sebuah kisah dalam bentuk animasi dengan musik yang mengungkapkan isu ekologi dan lingkungan hidup dari sudut puitik. Sejumlah pertanyaan diajukan dalam film besutan sutradara Perancis ini seperti darimana asalnya laut? Apa yang terjadi pada air ketika hujan?

Sedangkan Science Kids bercerita tentang sosok Harvey, si burung bijaksana, yang sedang mendorong anak-anak sains untuk mengungkapkan kepercayaan dan praktik takhayul yang dilakukan oleh Pando, si Panda tukang sihir yang terkenal suka memaksa penduduk desa untuk percaya pada penduduk desa.

Tahun ini untuk pertama kalinya "Science Film Festival" akan diadakan serentak di Thailand, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Filipina. Di Indonesia, festival ini diselenggarakan di 17 kota, termasuk Pontianak.

Tahun lalu, Indonesia berhasil menarik sekitar 27.000 pengunjung. Di Kota Pontianak tak kurang 1.100 pelajar meramaikan festival ini. Kesuksesan penyelenggaraan tersebut mendorong kelanjutan festival ini ke negara-negara lain.
(T011)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger