Menteri BUMN, Dahlan Iskan.(ANTARA/Ismar Patrizki)
Lima belas tahun lagi, Indonesia akan menjadi negara maju, tentu Indonesia memerlukan `ruh` untuk kemajuan itu,"
Berita Terkait
Surabaya (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Universitas Islam Negeri (UIN) atau IAIN serta perguruan tinggi Islam swasta untuk merumuskan "ruh" bagi Indonesia yang akan menjadi salah satu negara maju.
"Lima belas tahun lagi, Indonesia akan menjadi negara maju, tentu Indonesia memerlukan `ruh` untuk kemajuan itu," katanya dalam ceramah pada penutupan AICIS 2012 di Surabaya, Rabu malam.
Di hadapan sekitar 1.000-an peserta konferensi tahunan program studi Islam atau kajian keislaman yang diikuti tujuh negara itu, ia menjelaskan "ruh" itu seperti kapitalisme Amerika Serikat atau komunisme Tiongkok.
"Untuk itu, teman-teman UIN atau IAIN dan perguruan tinggi Islam swasta harus membantu dengan memikirkan `ruh` itu," kata Dahlan Iskan yang juga mengaku jebolan sekolah agama itu.
Mantan Dirut PLN itu menilai Islam ala Indonesia sangat mungkin akan menjadi "ruh" Indonesia sebagai negara maju, namun Islam ala Indonesia itu harus dirumuskan bentuknya seperti apa.
"Apakah Islam salafi atau Islam radikal yang marak akhir-akhir ini. Yang jelas, Islam Indonesia itu harus berbeda dengan Islam Arab Saudi, Iran, Jordania, dan `pusat` Islam lainnya," katanya.
Menurut dia, "ruh" Indonesia itu penting, karena Indonesia akan menjadi negara maju pada 15 tahun mendatang. "Indonesia akan menjadi negara maju secara terpaksa, karena ada 136 juta penduduk yang maju," katanya.
Salah seorang tokoh pers itu mengatakan, 136 juta orang penduduk yang maju itu merupakan masyarakat yang berpikir panjang, karena mereka tidak lagi memikirkan makanan, baju, dan sebagainya.
"Mereka berpikir jangka panjang, mereka memikirkan masa depannya. Ciri dari 136 juta masyarakat (penduduk-Red) maju itu tidak mau diajak menderita, maunya serba cepat, dan ngomongnya ceplas-ceplos seperti tidak takut," katanya.
Namun, katanya, 136 juta orang maju itu menghadapi sejumlah jebakan, di antaranya birokrasi yang tidak berubah. "Kalau mereka tidak berubah, maka mereka akan diubah oleh 136 juta masyarakat maju itu," katanya.
Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan menyebutkan berbagai contoh yang dilakukan untuk mengubah birokrasi di lingkungan BUMN. "Dalam satu tahun terakhir, saya melakukan 15-20 kali perubahan di lingkungan BUMN," katanya.
Ia menyebut contoh sederhana adalah menghapus pelantikan pejabat BUMN dan mengurangi rapat di lingkungan BUMN secara drastis. "Saya sudah tidak mau melakukan pelantikan, tapi saya minta pimpinan BUMN untuk langsung bekerja terhitung sejak menerima SK," katanya.
(E011/Z002/)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar