Semarang (ANTARA News) - Pembelajaran bahasa di sekolahi cenderung terjebak pada konten, kata pengamat pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang Ngasbun Egar.
"Pembelajaran bahasa sekarang ini cenderung terjebak pada menghafal konten, seperti istilah dan nama. Padahal, yang lebih penting sebenarnya `skill` atau keterampilan berbahasa," katanya di Semarang, Rabu.
Ia mencontohkan pembelajaran bahasa Jawa di sekolah yang cenderung mengajak siswa untuk menghafalkan konten, antara lain tokoh pewayangan, nama senjata tokoh wayang, nama "kembang" (bunga) dalam bahasa Jawa.
Menurut dia, penghafalan konten penting untuk memperkaya pengetahuan dan kosakata, tetapi jangan sampai lebih dipentingkan dibandingkan melatih keterampilan siswa dalam berbahasa.
Ngasbun yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang itu mengungkapkan empat kemampuan yang perlu dikuasai siswa, yakni mampu mendengarkan atau menyimak, mampu berbicara, mampu membaca, dan mampu menulis dalam bahasa yang diajarkan.
"Pembelajaran bahasa kan tidak untuk menjadikan semua siswa menjadi pakar," katanya.
(KR-ZLS/I007)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar