Home » » Basuki Terima Usulan Jam Masuk Sekolah Pukul 07.00

Basuki Terima Usulan Jam Masuk Sekolah Pukul 07.00

Written By Dino Cerata on Senin, 19 November 2012 | 18.13

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Basuki Terima Usulan Jam Masuk Sekolah Pukul 07.00
Nov 19th 2012, 22:48

Basuki Terima Usulan Jam Masuk Sekolah Pukul 07.00

Penulis : Kurnia Sari Aziza | Senin, 19 November 2012 | 22:48 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/Indra Akuntono Siswa SD Islam Terpadu Al Amin, Cipinang Elok, Jakarta Timur yang berkesempatan mengunjungi ruang kerja Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kamis (8/11/2012). Kunjungan mereka ini dalam rangka kegiatan tahunan sekolah tentang wawasan kepemerintahan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengkaji kebijakan untuk mengembalikan jam masuk sekolah dari pukul 06.30 menjadi pukul 07.00.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) Retno Listyarti setelah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Senin (19/11/2012). Dalam pertemuan itu FMGJ, memberikan masukan-masukan terkait anggaran pendidikan daerah dan beberapa masalah lain dalam bidang pendidikan. Salah satunya adalah pemaparan pengembalian jam masuk sekolah ke pukul 07.00.

"Jika tidak diubah, akan berpengaruh terhadap otak. Kami ingin jam masuk sekolah diubah kembali menjadi jam 7 pagi, Pak Ahok-nya juga sudah oke dan kemungkinan akan segera direalisasikan," kata Retno di Balaikota Jakarta, Senin (19/11/2012).

Ia menambahkan, peraturan masuk sekolah pukul 06.30 WIB merupakan produk di era kepemimpinan sebelumnya dalam rangka mengurangi kemacetan. "Kita ingin dikembalikan. Kalau tidak, lebih merugikan anak didik karena mereka dikorbankan untuk kepentingan Jakarta. Seharusnya pendidikan mementingkan kebutuhan dan kepentingan anak, bukan merugikan anak," katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Guntur Ismail mengatakan, terdapat beberapa kerugian yang berdampak langsung kepada siswa akibat aturan masuk sekolah pukul 06.30 WIB tersebut. Kerugian itu antara lain siswa tidak cukup tidur. "Sebenarnya tidur 6-8 jam, sedangkan anak-anak Jakarta tidur kurang dari 6 jam. Sebanyak 67,65 persen siswa tidak cukup tidur," kata Guntur.

Jam masuk sekolah yang lebih awal juga dapat merugikan siswa secara biologis. Hal itu ditunjukkan dengan adanya 4,2 persen siswa yang tidak sempat sarapan sebelum sekolah.

Jika kondisi yang menekan siswa itu terus berlangsung, maka hal itu dapat membuat stres siswa yang akhirnya dapat memicu perilaku tawuran di kalangan pelajar. Jam masuk sekolah pada pukul 06.30 WIB juga dinilai dapat membuat belajar siswa menjadi kurang fokus. "Karena kurang tidur itu, jadi tidak fokus belajar," kata Guntur.

Menanggapi hal itu, Basuki mengatakan menerima usulan tersebut. Ia mengatakan, usulan tersebut masuk akal dan akan dikaji lebih lanjut. "Dalam pemaparan itu, ada datanya anak jadi stres karena enggak sarapan. Anakku juga jarang sarapan," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Menurutnya, usulan perubahan jadwal menjadi jadwal semula itu akan ditindaklanjuti dan akan dibicarakan lebih lanjut bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger