Home » » 90 Sekolah Inklusif Peroleh Bantuan

90 Sekolah Inklusif Peroleh Bantuan

Written By Dino Cerata on Kamis, 29 November 2012 | 22.02

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
90 Sekolah Inklusif Peroleh Bantuan
Nov 30th 2012, 06:02

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 90 sekolah penyelenggara pendidikan inklusif serta program Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) di Provinsi Jawa Barat (32 sekolah) dan Provinsi Banten (58 sekolah) memperoleh bantuan operasional sebesar Rp 25 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2012.

Demikian dikemukakan Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mudjito saat sosialisasi penyaluran bantuan operasional dan penandatanganan nota kesepahaman bersama, Jumat (30/11/2012), di SLB Negeri Pembina, Lebak Bulus, Jakarta.

"Masih ada 70 persen anak berkebutuhan khusus yang belum terjangkau pemerintah. Faktor biaya dan keluarga yang malu pada kondisi anak menjadi penyebab tidak terjangkaunya anak-anak," tutur Mudjito.

Tahun ini, kata Mudjito, pihaknya menyalurkan beasiswa masing-masing Rp 1 juta bagi 1.000 anak yang memiliki orangtua disabilitas. Selain itu juga bantuan operasional 1.171 SLB masing-masing Rp 40 juta, bantuan operasional bagi 514 sekolah penyelenggara pendidikan inklusif masing-masing Rp 25 juta, dan bantuan operasional 40 sekolah penyelenggara program CIBI masing-masing Rp 25 juta.

Berdasarkan data tahun 2011, jumlah anak berkebutuhan khusus dengan disabilitas di Indonesia 356.192 anak. Namun, hanya 85.645 anak yang telah memperoleh layanan pendidikan di sekitar 1.600 SLB di Indonesia.

Pada tahun ini, lanjut Mudjito, terdapat dana Rp 83 miliar di luar dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dana itu hanya cukup untuk mencakup 106.000 anak dengan beasiswa Rp 750.000 per tahun bagi setiap anak berkebutuhan khusus.

"Melalui APBN-P tahun ini diberikan bantuan tambahan beasiswa bagi 105.185 anak berkebutuhan khusus masing-masing Rp 250.000 sehingga genap menjadi Rp 1 juta. Idealnya, Rp 2,5 juta per anak per tahun," ujarnya.

Saat ini tengah diajukan tambahan dana Rp 500 miliar untuk pembentukan gerakan pendukung pendidikan inklusi di semua daerah di Indonesia. Gerakan itu tidak diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi pengembangan kepedulian.

Harapannya, minimal 50 persen anak berkebutuhan khusus sudah terakomodasi pada 2015. "Sulit menyisir anak berkebutuhan khusus yang tersisa di daerah-daerah pinggiran," kata Mudjito.

Editor :

Marcus Suprihadi

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger