BATAM, KOMPAS.com - Sebanyak 80 siswa kelas I SDN 008 Sei Beduk, Kota Batam numpang belajar di Rumah Susun Sei Beduk karena tidak memiliki gedung sekolah.
"SD 008 Sei Beduk kami tumpangkan sementara di Rusun, karena sekolahnya belum dibangun," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Kamis (8/11/2012).
Ia mengatakan, sekolah SD 008 baru akan dibangun menggunakan dana APBD 2013 dan diharapkan rampung akhir 2013.
Menurut Muslim, SD 008 Sei Beduk sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. Atas permintaan warga itu Pemkot Batam lalu mendirikan sekolah itu, meski belum memiliki gedung.
"Ini atas permintaan masyarakat, karena di daerah itu belum ada sekolah. Kasihan kalau anak-anak itu harus sekolah jauh, makanya kami bangun sekolah dengan menumpang dulu," kata dia.
Pihak Rusun, kata dia, memberikan tiga ruangan untuk menjadi sekolah "darurat". Satu ruangan untuk majelis guru dan dua kelas.
Di ruangan rusun itu, pemerintah kota dibantu masyarakat menyiapkan perlengkapan sekolah berupa meja, bangku dan papan tulis.
Di sekolah yang baru satu angkatan itu, pemerintah juga menempatkan empat orang tenaga, satu kepala sekolah dan tiga guru.
Menurut dia, meski berada di rusun, namun proses belajar mengajar tetap kondusif. Selain SD 008 Sei Beduk, juga terdapat tiga sekolah yang menumpang ke sekolah lain sambil menunggu pembangunan sekolah.
"Ada empat sekolah yang masih persiapan yaitu SD 008 dan 45 009 di Tembesi dan SD 011 di Tembesi dan Nongsa," kata Kepala Dinas Tata Kota Gintoyono Batong.
Ia membenarkan peminjaman ruang di rusun untuk sekolah. "Ada sekolah di rusun, itu atas permintaan warga karena sekolahnya belum berdiri," kata Gintoyono.
Gintoyono yang juga bertugas membangun sekolah mengatakan, rencananya membangun 16 sekolah pada 2013. "Itu kami ajukan ke DPRD, mudah-mudahan disetujui," kata dia.
0 komentar:
Posting Komentar