Tokyo, KompasOtomotif - Toyota Motor Corp. berusaha mengalihkan produksi mobil terlarisnya Corolla sekaligus mengurangi ketergantungannya pada produksi di Jepang. Nilai tukar yen yang terus menguat membuat Toyota kehilangan keuntungan dari setiap mobil yang berasal dari Jepang.
Seperti diberitakan Nikkei, pagi ini (3/10/2012), dengan menggeser ekspor ke negara lain,ketergantungan pada nilai tukar bisa ditekan. Tahun ini, Toyota diprediksi mengekspor lebih dari 200.000 unit Corolla dari Jepang.
Kondisi pasar global, khususnya Amerika Serikat (AS) yang mulai pulih, membutuhkan pasokan lebih besar. Pabrik baru Toyota di Mississippi, AS juga sudah berproduksi dan memasok 70.000 unit Corolla. Sedangkan pasar Australia masih mengandalkan kiriman dari Jepang.
Penguatan yen diperkirakan memangkas keuntungan Toyota sampai 100.000 yen atau Rp 12,2 juta mobil untuk setiap mobil yang diekspor dari Jepang. Toyota menargetkan, seluruh produksi Corolla bisa bdipindahkan ke AS pada 2014.
Pabrik Toyota di Takaoka, Prefektur Aichi, Jepang akan fokus memproduksi Lexus dan model lain yang menuntut teknologi tinggi. Toyota juga mengumumkan akan meluncurkan total 21 mobil hibrida dalam tiga tahun ke depan dengan target menjual 1,2 juta unit segmen itu di pasar global. Produksi lokal tetap dipertahankan dengan batas produksi 3 juta unit per tahun, sesuai pernyataany Presiden sekaligus CEO TMC, cucu pendiri Toyota, Akio Toyoda.
0 komentar:
Posting Komentar