Home » » Siswi Korban Pemerkosaan Ditolak Kembali ke Sekolah

Siswi Korban Pemerkosaan Ditolak Kembali ke Sekolah

Written By Dino Cerata on Senin, 08 Oktober 2012 | 03.16

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Siswi Korban Pemerkosaan Ditolak Kembali ke Sekolah
Oct 8th 2012, 10:16

DEPOK, KOMPAS.com - Belum habis kesedihan yang dialami oleh ASS karena tindakan pelecehan seksual yang dialaminya beberapa waktu lalu, kesedihan lain kembali menimpanya. Saat berniat kembali ke sekolah, Senin (8/10/2012), remaja berusia 14 tahun itu malah ditolak. Dia dilarang kembali belajar di sekolahnya, sebuah sekolah swasta di Sukmajaya, Depok, karena dinilai telah mencoreng nama baik sekolah atas kejadian yang dialaminya sebelumnya.

ASS merupakan korban penculikan dari sindikat perdagangan manusia untuk keperluan seks komersial. Selama satu minggu, ASS disekap oleh penculiknya dan dibawa berpindah tempat agar tidak dapat ditemukan.

Seperti dituturkan ibunda ASS, RG, kepada Kompas.com, setelah ditemukan dan berkumpul kembali dengan keluarga, hari ini, putrinya itu ingin kembali ke sekolah seperti biasa dan berjumpa dengan teman-temannya. Namun, perlakuan dari pihak sekolah justru mengejutkannya.

RG mengatakan, pengelola yayasan mengumumkan bahwa sekolah tidak dapat menerima kembali siswa yang telah mencoreng nama baik sekolah. Pengumuman disampaikan di depan seluruh elemen sekolah dalam upacara bendera tadi pagi. Menurut RG, ASS masih mencoba tegar dengan ikut masuk ke kelas. Namun, tak disangka, dia justru mendapat perlakuan tak menyenangkan dari gurunya yaitu langsung diminta untuk meninggalkan kelas.

"Benar. Anak saya tadi sambil menangis keluar kelas karena tidak boleh lagi belajar," kata RG saat dihubungi, Senin sore.

RG mengaku kecewa dengan tindakan yang diambil oleh pihak sekolah dan pengelola yayasan terhadap putrinya. Menurutnya, pihak sekolah semestinya dapat merangkul putrinya agar dapat kembali menuntut ilmu dan bergaul dengan teman-temannya lagi.

"Harusnya sekolah merangkul dia (anak). Kami juga tidak minta musibah seperti ini kejadian pada anak kita," tuturnya.

Orangtua ASS ingin anaknya kembali belajar seperti biasa. Namun, atas insiden ini, RG dan suaminya, VS, akan menyerahkan penanganan lebih lanjut pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Langkah selanjutnya, kami sudah lapor pada KPAI agar ditangani," tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari sekolah mengenai insiden ini. Kompas.com tengah berupaya mendapatkan keterangan dari pihak sekolah.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger