KOMPAS.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, secara substansi, uji kompetensi guru tak bisa jadi alat mengukur dan meningkatkan kualitas guru.
"Jika untuk pemetaan kemampuan guru bisa ambil sampel saja," kata Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti, Kamis (18/10), di Kemendikbud, Jakarta.
Aduan guru di 17 daerah, ada banyak masalah teknis, seperti gagal koneksi ke server, soal tanpa pilihan jawaban, hingga guru dapat soal yang bukan pelajaran yang diampunya. Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik Kemendikbud Syawal Gultom mengakui, ada masalah teknis UKG. Ia meminta memperbaikinya bersama. (LUK)
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar