Kementerian Pendidikan hanya mewajibkan pengajaran Agama, Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Seni Budaya dan Pendidikan Olahraga untuk siswa Sekolah Dasar.(ANTARA/Herry Murdy Hermawan)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, mengatakan pelajaran Bahasa Inggris tidak wajib untuk siswa Sekolah Dasar (SD).
"Jadi bukan dihapus, karena di SD memang tidak ada pelajaran Bahasa Inggris," kata Musliar di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, pelajaran Bahasa Inggris baru akan dimulai pada sekolah menengah pertama (SMP).
Namun, ia melanjutkan, pemerintah tidak menghalangi sekolah-sekolah dasar yang ingin menambahkan Bahasa Inggris sebagai materi belajar.
"Silakan saja jika ingin tambahan. Tetapi bukan pelajaran wajib," kata dia.
Ia menjelaskan, anak-anak di sekolah dasar lebih membutuhkan pelajaran Bahasa Indonesia dibandingkan pengetahuan bahasa asing.
Dia menilai, selama ini anak-anak SD belum melafazkan huruf-huruf dengan baik, dan begitu pula apa arti filosofis dari kata itu.
Musliar juga mengaku kasihan melihat anak-anak yang dipaksa untuk belajar Bahasa Inggris karena beban pelajaran mereka jadi semakin berat.
Ia menjelaskan hanya ada enam pelajaran wajib untuk siswa SD yakni Agama, Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Seni Budaya dan Pendidikan Olahraga.
"Sedangkan IPA dan IPS akan diintegrasikan," katanya serta menambahkan semua mata pelajaran itu tertuang dalam kurikulum baru yang akan selesai akhir tahun ini.
(I025)
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar