Home » » Pekan Ini, Tim Independen Atasi Tawuran Diturunkan

Pekan Ini, Tim Independen Atasi Tawuran Diturunkan

Written By Dino Cerata on Selasa, 16 Oktober 2012 | 04.26

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pekan Ini, Tim Independen Atasi Tawuran Diturunkan
Oct 16th 2012, 11:26

Pekan Ini, Tim Independen Atasi Tawuran Diturunkan

Penulis : Riana Afifah | Selasa, 16 Oktober 2012 | 16:44 WIB

Dibaca:

KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAP Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh tampil bersama Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang (baju merah) dan perwakilan mahasiswa di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (12/10). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membentuk tim pencari fakta untuk menginvestigasi penyebab tawuran antarmahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mengakibatkan dua orang tewas, Kamis (11/10/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyusul jatuhnya korban tawuran di Makassar beberapa waktu lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurunkan tim independen pada pekan ini untuk menghentikan masalah tawuran yang merebak di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa tim independen ini akan turun dan melihat langsung kondisi di lapangan. Tidak hanya itu, tim independen ini juga akan melakukan pendekatan dengan mahasiswa, dosen dan masyarakat.

"Jadi nanti ketemu dengan mahasiswa, prodi dan masyarakat sehingga lengahnya ada dimana dapat diketahui lalu dilihat gimana solusinya," ujar Nuh, seusai bertemu dengan Rektor dari se-Indonesia, kemarin.

Pembentukan tim independen ini juga merupakan salah satu langkah identifikasi dini agar benih kekerasan yang ada di masing-masing kampus tidak menyebar dan dapat langsung dihentikan. Rencananya untuk identifikasi dini ini, pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian.

"Kalau ada benih kekerasan, dirjen dikti harus bisa identifikasi kampus yang muncul benih kekerasan. Jika sudah teridentifikasi maka bisa diberikan pendampingan," jelas Nuh.

Ketika ditanyakan perihal penilaian bahwa Kemendikbud tidak pernah bertindak pro-aktif dalam mengatasi masalah tawuran, Nuh menampik hal tersebut. Ia mengaku bahwa pihaknya bekerja keras untuk menuntaskan masalah kekerasan di kalangan pelajar dan mahasiswa inim

"Tidak harus menunggu korban meninggal. Karena itu ada identifikasi dini. Untuk payung hukum sudah ada bersama dengan sekolah menengah. Bentuknya adalah Permen (Peraturan Menteri) tentang tindak kekerasan," tandasnya.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger