KOMPAS.com — Untuk mewujudkan pengelolaan dana pendidikan yang transparan dan akuntabel, peran komite sekolah perlu dioptimalkan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi program sekolah. Selama ini, komite sekolah lebih banyak pasif.
Hal ini terungkap dalam Temu Publik Pendanaan Pendidikan di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (4/10/2012). Pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Bambang Ismanto, menyebutkan, partisipasi komite sekolah hingga dewan pendidikan di Salatiga cenderung rendah dalam perencanaan pendanaan pendidikan. Hal itu diperburuk dengan terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber pendanaan, mulai dari APBN, APBD, swasta, hingga kontribusi orangtua.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar