GORONTALO, KOMPAS.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Muhajirin Yanis, menilai perilaku siswa madrasah dengan mencium tangan guru pada saat apel sebelum masuk kelas, layak dibudayakan kembali.
"Budaya siswa cium tangan guru ini merupakan bagian dari konsep baru yang sedang dikembangkan Kementerian Agama, yang dikenal dengan sebutan desain tri konsep bina siswa," katanya, Senin (1/10/2012).
Ia mengatakan, tiga konsep pembinaan yang menjadi satu kesatuan ini, meliputi pembinaan intelektual, potensi siswa, serta akhlak dan mental mereka.
Menurut Muhajirin, desain pendidikan ini merupakan strategi menyikapi gempuran perubahan pendidikan yang mengglobal, serta penangkal terjadinya kemorosotan moral umat yang kian terjadi dewasa ini.
Ia berharap, konsep ini dapat menciptakan madrasah yang berkarakter, inovatif, berkompetensi, dan menjadi lokomotif bagi madrasah lainnya.
"Terjadinya perubahan pola pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran saat ini, telah banyak mempengaruhi karakter para anak didik kita. Karena itu perlu memberikan pembinaan kepada mereka, melalui tri konsep bina siswa," ujarnya.
Konsep ini akan diterapkan di seluruh madrasah tingkat menengah pertama dan menengah atas yang ada di Gorontalo.
Sumber: Antara
0 komentar:
Posting Komentar