Home » » Modus Korupsi di Sektor Pendidikan

Modus Korupsi di Sektor Pendidikan

Written By Dino Cerata on Kamis, 04 Oktober 2012 | 03.03

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Modus Korupsi di Sektor Pendidikan
Oct 4th 2012, 10:02

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor pendidikan menjadi salah satu "lahan" yang dianggap "subur" bagi praktik korupsi. Tim Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis, dalam semester I tahun 2012, mulai Januari hingga Juni, tercatat ada 17 kasus dugaan korupsi di institusi pendidikan. Jumlah ini menempati posisi ketiga, setelah kasus dugaan korupsi yang ada di pemerintah daerah dan BUMN/BUMD.

"Semakin tingginya anggaran pendidikan menjadi daya tarik tersendiri," ujar anggota tim Divisi Investigasi ICW Lais Abid, di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2012).

Peneliti ICW Febri Hendri menambahkan, dalam sektor pendidikan, modus korupsi yang paling dominan adalah mark up atau penggelembungan harga pada pengadaan barang dan jasa. Febri mengatakan, kasus itu banyak terjadi di daerah dibandingkan universitas atau sekolah yang ada di Ibu Kota. Penyebabnya adalah lemahnya pengawasan, baik internal maupun eksternal pemerintah.

"Bayangkan, ada ratusan ribu mata anggaran pendidikan di Indonesia yang hanya diawasi oleh belasan ribu auditor di Irjen Kemdikbud, Inspektorat Provinsi/kabupaten/kota, BPK, BPKP. Sementara pengelolaannya tidak transparan," papar Febri.

Penyebab lainnya, menurut Febri, penganggaran di APBN untuk anggaran pendidikan di daerah seringkali dimaanfaatkan untuk memperoleh keuntungan.

"Karena untuk mendapatkan anggaran pendidikan daerah dari awal sudah didapatkan dengan cara 'beli', maka pengelolaan didaerah juga diarahkan untuk mengembalikan uang itu, sekaligus untuk mendapat keuntungan dengan dana pendidikan itu," kata dia. 

Pada tahun ini, sejumlah kasus dugaan korupsi di beberapa universitas terungkap. Di antaranya, dugaan korupsi pengadaan barang atau jasa paket pekerjaan pengadaan peralatan laboratorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dugaan korupsi di Universitas Indonesia yang diduga melibatkan Gumilar R Somantri, dan kasus dugaan korupsi pengadaan meubeler dan alat laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan. Kasus-kasus ini diduga melibatkan anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPR) RI seperti mantan anggota DPR Angelina Sondakh yang menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan fasilitas di beberapa universitas.

"Kasus yang paling menyita perhatian adalah kasus dugaan korupsi di universitas yang menyeret politisi Demokrat, Angelina Sondakh," kata Febri.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger