Home » » Mendikbud 'Ngotot' UN 2013 dengan 20 Variasi Soal

Mendikbud 'Ngotot' UN 2013 dengan 20 Variasi Soal

Written By Dino Cerata on Kamis, 11 Oktober 2012 | 05.36

Republika Online - Berita Pendidikan RSS Feed
// via fulltextrssfeed.com
Mendikbud 'Ngotot' UN 2013 dengan 20 Variasi Soal
Oct 11th 2012, 11:47

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk mengurangi kebocoran dan meningkatkan kualitas Ujian Nasional (UN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat sebuah rancangan. Pada UN 2013 mendatang, Kemendikbud telah menyiapkan sebanyak 20 variasi soal ujian.

Jika setiap ruang ujian terdiri dari 20 orang siswa, maka setiap siswa akan memiliki soal pertanyaan yang berbeda dengan siswa lainnya. Menurut Mendikbud, M Nuh, rancangan ini untuk meningkatkan kualitas dan juga kejujuran para siswa dalam menghadapi UN.

"Kami tetap bertekad pada UN tahun depan ada 20 macam soal dalam satu kelas yang isinya 20 siswa, jadi masing-masing beda semua," kata M Nuh dalam jumpa pers di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (11/10).

Nuh menambahkan, dengan membuat variasi soal ujian yang berbeda akan meningkatkan konsentrasi para siswa untuk menghadapi UN. Pada saat pelaksanaan ujian, siswa juga tidak akan berupaya untuk mencontek apalagi mencari kunci-kunci jawaban.

Dengan membuat sebanyak 20 variasi soal ujian, ia melanjutkan, dapat meningkatkan kekhusukan atau konsentrasi dan menumbuhkan semangat belajar kepada para siswa. Dengan demikain, hasil dari UN ini akan dapat menjadi 'tiket masuk' di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Mengenai standar kelulusan, ia mengatakan, belum ditetapkan lagi apakah tetap di angka 5,5 atau akan dinaikkan lagi pada UN 2013. Namun ia memastikan kemungkinan tingkat kesulitan dalam UN 2013 akan berubah.

Ia menyontohkan pada UN 2012, tingkat kesulitannya yaitu 10 persen soal mudah, 80 persen soal sedang dan 10 persen soal sukar. Untuk UN 2013 kemungkinannya soal sukar akan ditambah menjadi 20 persen. Sedangkan soal mudah sebanyak 10 persen dan soal sedang sebanyak 70 persen. "Ini masih belum ditetapkan, akan dimatangkan lagi," jelasnya.

Namun ia menolak jika dikatakan penyelenggaraan UN dapat mengesampingkan pelajaran lainnya yang tidak diikutsertakan dalam UN. Bahkan ia tidak menganjurkan sekolah-sekolah untuk menghapus ekstrakurikuler demi fokus pada UN.

"Jadi tidak boleh gara-gara UN, ekskul ditiadakan, pelajaran lain tidak dipelajari, tidak boleh. Karena bobot status dan mata pelajaran dalam UN, pada dasarnya sama dengan pelajaran yang lain," ucapnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger