Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengajak seluruh anak didik di SMAN 6 Jakarta untuk berkomitmen menghindari kekerasan dan tawuran pelajar.
Ajakan tersebut disampaikan Linda Amalia Sari Gumelar saat menjadi pembina upacara di SMAN 6 Jakarta, Senin.
"Kita tentunya berharap dan bertekad untuk menghentikan pertikaian dan permusuhan ini. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh sekolah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan keinginan ini," katanya saat memimpin upacara.
Menurut Linda, penegakan hukum di sekolah-sekolah, diharapkan dapat membuat pelajar mengetahui rambu-rambu dan peraturan yang ada.
Sehingga bila mereka terlibat tawuran, sekolah dapat mempertimbangkan kembali apakah anak tersebut dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah tersebut.
Menurut dia, dengan peraturan yang mengikat namun bukan dengan sistem "algojo" dan memiliki ruang untuk berkreatifitas dan mengarahkan minat dan bakat siswanya, dapat mengurangi bahkan menghilangkan kasus-kasus tawuran.
Terkait dengan tawuran antarpelajar SMAN 6 dan SMAN 70 yang telah menelan korban jiwa Linda menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam.
"Peristiwa tersebut adalah tanggung jawab bersama, baik masyarakat, sekolah, keluarga dan penegak hukum," katanya.
Linda berharap kasus tersebut akan menjadi pelajaran bagi semua pihak dan tidak akan terulang kembali.
Seusai upacara, sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menghentikan pertikaian dan tawuran, SMAN 6 membagikan pin "Stop Kekerasan, Bullying dan intimidasi, Tragedi 24 September 2012 Ini yang Terakhir" kepada seluruh siswa.
(W004)
0 komentar:
Posting Komentar