MATARAM, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bidang Pengawasan Isi Siaran, Suadah, meminta para pelajar di Kota Mataram untuk "diet" nonton televisi, terutama tayangan yang tidak mendidik.
"Bukan hanya badan yang pelu diet, tetapi nonton TV juga, karena jika berjam-jam menonton tayangan TV apalagi tanpa didampingi orang tua, maka akan berdampak buruk terhadap para pelajar, karena waktu belajar akan banyak yang hilang," ujarnya di hadapan 100 pelajar SMA se kota Mataram, Kamis (11/10/2012).
Pada acara literasi media yang digelar KPID NTB bekerja sama dengan SMA Kusuma Mataram, dia mengatakan, boleh saja nonton TV, tetapi jangan lupa belajar dan tayangan yang ditonton hendaknya yang bermanfaat.
Ia mengatakan, tidak semua tayangan TV baik bagi pelajar, karena ada tayangan, seperti sinetron yang mengedepankan adegan kekerasan, reality show dan infotaimen kurang bermanfaat bagi pelajar. Karena itu sebaiknya tidak ditonton.
"Karena itu diet nonton televisi harus digalakkan. Seandainya kegiatan menonton diganti dengan membaca pelajaran sekolah, maka akan sangat mencerahkan dan mencerdaskan. Para pelajar tidak akan kelabakan jika guru di sekolah mengadakan ulangan mendadak," ujarnya.
Dia mengimbau para siswa untuk tidak nonton sinetron yang tidak mendidik dan mengedepankan aksi kekerasan, seperti Putih Abu Abu (PAA).
"Nonton tayangan tersebut tidak ada manfaatnya, justru menguntungkan stasiun TV dan artis, karena semakin banyak yang nonton ratingnya akan naik dan iklannya banyak," ujarnya.
Kualitas tayangan televisi dewasa ini belum sesuai harapan KPI. Apalagi, karena orang tua sibuk, anak-anak jarang didampingi. Anak-anak yang lama di depan televisi tidak sempat lagi bersosialisasi dan berdiskusi dengan keluarga.
Karena itu, jika ada gerakan hari tanpa televisi, LSM perlu lebih mendorong masyarakat, untuk membebaskan anak-anak dari candu menonton TV yang seharusnya tayangan itu bukan diuntukkan kepadanya. Juga gerakan ini bisa menghemat pemakaian listrik.
Terkait dengan tayangan TV dan siaran radio bermasalah, KPID NTB telah menyampaikan teguran tertulis kepada sejumlah stasiun televisi swasta Jakarta dan TV lokal.
Bahkan sejumlah pengelola stasiun TV dipanggil untuk diminta mengklarifikasi isi siaran yang tidak mendidik.
0 komentar:
Posting Komentar