London, KompasOtomotif -Tenaga kerja otomotif di Eropa masih terus bergejolak, sementara di Inggris justru sebaliknya. Seperti yang terjadi pada Jaguar Land Rover (JLR) justru mendapat dukungan penuh dari para buruhnya untuk terus melanjutkan bisnisnya. Pasalnya, JLR sudah menemukan kata sepakat dengan para pekerjanya untuk perpanjangan kontrak kerja dan jaminan masa depan sampai 2022.
Dilansir Financial Times, Serikat Pekerja JLR mendesak agar manajemen segera menandatangani kesepakatan itu. Perundingan cukup alot, tapi 21.000 orang pekerja berhasil meloloskan keinginannya. Dalam proposal itu, mereka menuntut ada kenaikan gaji 4,5 persen ditambah uang tunai 500 pound (Rp7,6 juta) mulai bulan depan (1 November 2012).
Tapi, itu saja belum cukup! Para buruh juga menuntut ada kenaikan lanjutan 3 persen pada November tahun depan. Mereka juga meminta 2.400 tenaga outsourcing dijadikan karyawan tetap. Para buruh menggambarkan upaya ini sebagai "mendorong penyerapan karyawan manufaktur di Inggris".
Desakan dari pekerja itu bukan tanpa alasan. JLR diketahui sudah mengantungi keuntungan hampir 3 miliar pound (Rp 46,06 trilun) dalam dua tahun terakhir. Jadi, para pekerja yang merasa ada di belakangnya mau merasakan keuntungan tersebut. Dengan keputusan ini, maka JLR mendapat dukunga penuh buruh dalam menjalankan operasinya.
0 komentar:
Posting Komentar