JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekolah SMP Negeri 28 Jakarta, Asadullah, akhirnya angkat bicara tentang kabar bahwa pihaknya menolak tujuh siswa Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) Johar Baru. Sebagai sekolah induk yang dituding, Asadullah menjelaskan duduk perkaranya.
"Sekolah kami memang sedang direnovasi. Jadi untuk sementara kami numpang di SMP Negeri 2 ini. Mengungsilah istilahnya," ujar Asadullah saat dijumpai di SMP Negeri 28, Jalan Mardani Raya, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Lantaran masih menumpang tersebut, dia tidak punya kuasa untuk menentukan jumlah kelas yang akan digunakan termasuk untuk keperluan sekolah terbuka yang reguler maupun yang mandiri atau TKBM. Untuk itu, pihaknya hanya membawa yang reguler saja dan kemudian digabungkan dengan anak-anak SMP Negeri 28 Jakarta dalam kelas.
"Ketika kami pindah kemari dan kekurangan kelas, yang reguler kami pindahkan bersama dengan anak 28," ungkap Asadullah.
Sementara untuk siswa TKBM sudah dijelaskan karena keterbatasan ruang maka tidak menerima terlebih dahulu. Hal ini mau tak mau dilakukannya karena kondisi darurat yang dialami oleh sekolahnya.
"Jangan kan ruang kelas. Bangku saja kami kekurangan. Nah, mereka kan tidak pikirkan itu. Hanya minta kami fasilitasi mereka," jelas Asadullah.
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak pernah ada permasalahan dengan TKBM selama ini. Ia juga menampik bahwa pihaknya menolak tujuh siswa TKBM Johar Baru yang kini duduk di bangku kelas VII ini.
"Menolak bagaimana? Lapor saja tidak mereka pada kami. Prosedurnya kan ada. Ini juga tak ada kaitan dengan dana BOS dan BOP. Nyatanya yang sebelumnya, dana ini juga tetap dapat mereka," tandasnya.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar