Home » » Honda Sepeda Motor Kejar 4 Juta Unit

Honda Sepeda Motor Kejar 4 Juta Unit

Written By Dino Cerata on Kamis, 11 Oktober 2012 | 21.18

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Honda Sepeda Motor Kejar 4 Juta Unit
Oct 12th 2012, 04:18

Jakarta, KompasOtomotif - PT Honda Astra Motor (AHM) Sempat menyunat target 2012 dari 4,6 juta menjadi 3,6 jjuta unit, pertengahan Juni lalu. Mulai membaiknya permintaan pasar membuat pemimpin klasemen pasar nasional roda dua itu mematok angka realistis 4 juta unit, yang optimis bisa tercapai.

Johannes Loman, Executive Vice President Director AHM mengatakan, penyusutan pasar sepeda motor sebenarnya sudah terjadi sejak enam bulan pertama tahun ini. Pemicunya, karena harga komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, teh dan karet turun yang berdampak langsung pada daya beli (drop) roda dua, khususnya di luar Pulau Jawa. "Kemudian kondisi diperparah dengan kenaikan DP (uang pangkal) kredit sejak Juni 2012, sehingga pasar makin turun," komentar Loman di Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2012).

Sepanjang Januari-September 2012, total penjualan sudah mencapai 5,3 juta unit atau turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Honda sendiri sudah berhasil melego 3,08 juta unit dan dengan sisa tiga bulan terakhir, optimis akan mencapai setidaknya 3,9 juta atau 4 juta unit sampai akhir tahun. Dari segi volume, lanjut Loman, penjualan memang turun, tetapi pangsa pasar kita meningkat, saat ini posisinya 57 persen. Mudah-mudahan akhir tahun bisa jadi 59-60 persen dengan estimasi total pasar 6,9-7 juta unit.

Keseimbangan

Presiden Direktur AHM Yusuke Hori menambahkan, kebijakkan kenaikan DP kredit kendaraan bermotor memang berhasil menekan laju pertumbuhan pasar sepeda motor. Tapi, aksi banting DP yang terlalu kecil yang terjadi di lapangan juga dinilai sudah melewati batas. "Dengan penetapan DP yang jelas, akan membimbing pasar ke perkembangan yang lebih stabil di masa depan dengan membentuk titik keseimbangan baru," beber Hori.

Loman melanjutkan, selama ini banyak konsumen lebih memilih pembiayaan syariah supaya bisa membeli sepeda motor dengan DP lebih kecil dari 25-30 persen yang ditetapkan pemerintah dan BI. "Jumlahnya cukup banyak, hampir 50 persen dari pembeli beralih ke (pembiayaan) syariah dari konvensional," beber Loman.

Ketika ditanya prediksi pasar tahun depan, Loman mengaku masih belum punya prediksi jitu. "Mungkin pasarnya cenderung stagnan, itu juga kalau tidak terjadi apa-apa (regulasi atau kondisi ekonomi yang memburuk)," tutup Loman.
 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger