MAGELANG, KOMPAS.com - Sebanyak 40 guru mata pelajaran IPA SMP dan SMA se Kota Magelang Jawa Tengah mengikuti sosialisasi Pengembangan dan Pemanfaatan Iptek Nuklir untuk Kesejahteraan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Yogyakarta, Selasa (16/10/2012) kemarin.
Dalam sosialisasti itu, para guru diajak langsung melihat bentuk dari reaktor nuklir serta hasil dari pemanfaatanya. Meski ada yang merasa khawatir dan ketakutan, namun hal itu tak mengurangi semangat mereka untuk melihatnya lebih dekat.
Kepala Bappeda Kota Magelang, Ir Joko Soeparno MPL dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (17/10/2012) pagi ini mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan para guru tentang nuklir serta perkembangan teknologi iptek nuklir. "Kami berharap pengetahuan mereka nantinya bisa disosialisasikan kembali kepada guru lainnya, utamanya kepada para siswa sekolah," tuturnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Kemenristek RI, Dr.Eng. Hotmatua Daulay M.Eng, menyambut baik kegiatan yang dilakukan para guru tersebut. Sebab, menurutnya, mereka setidaknya mampu mensosialisasikan serta meluruskan anggapan negatif masyarakat tentang nuklir. "Banyak orang menganggap teknologi nuklir akan berdampak negatif dan membahayakan keselamatan manusia. Namun jangan salah, teknologi nuklir ternyata juga sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia," jelas Hotma.
Hotma menyebutkan, peran nuklir bisa dikategorikan menjadi dua, yakni untuk keperluan energi dan non energi. Untuk energi misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Nuklir), yang saat ini di Indonesia masih belum terealisasi proyeknya. Sedangkan untuk memacu pembangunan, Indonesia saat ini sedang mengutamakan pemanfaatan nuklir untuk non energi. Antara lain digunakan untuk pengembangan teknologi pangan, kesehatan, sumber daya air dan lingkungan serta kebutuhan lainnya.
"Energi nuklir melalui sinar gamma bisa diterapkan di sektor pertanian. Misalnya, radiasi sinar gamma ke benih padi, yang bisa meningkatkan kualitas dan hasil panen dari padi tersebut," terang Hotma.
Namun demikian, teknologi nuklir jika penggunaanya tidak dikontrol juga bisa berbahaya. Untuk itu terdapat ketentuan khusus bagaimana penggunaan dari teknologi tersebut. "Penggunaan nuklir diawasi secara ketat oleh badan pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), yang menjamin keamanan dari setiap instalasi nuklir," kata Hotma.
Editor :
Glori K. Wadrianto
0 komentar:
Posting Komentar