REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Research in Motion (RIM) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka secara resmi BlackBerry Innovation Center di ITB Bandung, Kamis (4/10). BIC akan emberikan sejumlah program pendidikan dan riset kepada mahasiswa dengan fokus pada pengembangan aplikasi mobile.
"Tujuan utama BIC adalah untuk mempercepat industri komputasi mobile di Indonesia dengan memberikan pendidikan, edukasi dan pengalaman yang akan dibutuhkan para mahasiswa,"jelas Vice Presidenr and Managing Director South Asia RIM, Hastings Singh.
RIM, menurut dia, terus berkomitmen untuk Indonesia dan diharap akan mempercepat aplikasi mobile dari para mahasiswa berbakat di Indonesia. "Acara ini secara resmi menandai keberhasilan upaya kolaborasi kami bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia dan ITB,"jelasnya.
Hasting menyatakan RIM sudah bekerja sama dengan lebih dari 50 universitas, perguruan tinggi dan sekolah di seluruh Indonesia. Contohnya, prakarsa serupa BlackBerry Academic Program yang menyediakan konten pengembangan aplikasi mobile. "BlackBerry Academic Program menawarkan berbagai dukungan untuk meningkatkan keterampilan dan mengejar karir di bidang komputasi mobile,"jelasnya.
Rektor ITB Akhmaloka mengaku senang dengan program kerja sama ini. "Perguruan tinggi mengemban tri darma yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. BIC ini termasuk dalam pengabdian masyarakat,"jelasnya.
Salahsatu bentuk kerjasama RIM dan ITB, setiap tahun, 30 mahasiswa berprestasi akan mendapat beasiswa penelitian Mobile Computing. Tahun ini, ITB telah memberikan 16 beasiswa untuk mahasiswa tingkat Master dan Pasca sarjana. Sementara 14 penghargaan akan diberikan untuk tahun terakhir mahasiswa berbakat tingkat sarjana.
"Penerima beasiswa akan memeroleh uang kuliah dan uang saku penelitian selama masa studi di BIC ITB,"jelas Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK), Suhono H. Supangkat. Para penerima beasiswa juga akan menerima laptop dan smartphone untuk mempromosikan pembelajaran mobile.
"Para mahasiswa ini dipilih melalui proses wawancara dan evaluasi. Kami bangga dan mengakui potensi mereka masing-masing,"jelasnya.
0 komentar:
Posting Komentar