Home » » Disdik DKI Sarankan Tujuh Siswa Pindah Sekolah Induk

Disdik DKI Sarankan Tujuh Siswa Pindah Sekolah Induk

Written By Dino Cerata on Jumat, 12 Oktober 2012 | 09.17

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Disdik DKI Sarankan Tujuh Siswa Pindah Sekolah Induk
Oct 12th 2012, 16:17

Disdik DKI Sarankan Tujuh Siswa Pindah Sekolah Induk

Penulis : Riana Afifah | Jumat, 12 Oktober 2012 | 21:47 WIB

Dibaca:

Riana Afifah Empat siswa TKBM dari tujuh siswa yang tidak diakui oleh sekolah induknya yaitu SMP Negeri 28 Jakarta saat datang ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat (12/10/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Jakarta akhirnya menerima guru dari Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menuntut hak pendidikan bagi tujuh siswa Johar Baru yang tak diakui oleh sekolah induknya yaitu SMP Negeri 28 Jakarta.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Disdik DKI Jakarta, Happy Gustin, mengatakan bahwa SMP Negeri 28 Jakarta sudah tidak lagi dijadikan indukan untuk TKBM. Oleh karena itu, siswa TKBM tidak lagi diterima.

"Untuk peningkatan mutu, SMP Negeri 28 tidak lagi menerima TKBM. Agar tetap terakomodir, kami akan pindahkan ke SMP Negeri 79 yang memang menjadi indukan," kata Happy, di Kantor Disdik DKI Jakarta, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (12/10/2012).

Ia menjelaskan, lokasi SMP Negeri 79 tidak terlalu jauh dari SMP Negeri 28 sehingga anak-anak ini tidak akan kesulitan akses menuju sekolah.

Menurutnya, keputusan ini baik dilakukan mengingat anak-anak ini memang butuh bersekolah. Menanggapi hal tersebut, guru TKBM Johar Baru Helmi Ariestiani, mengatakan tidak pernah mengetahui bahwa SMA Negeri 28 sudah tidak lagi menjadi indukan TKMB karena ingin meningkatkan kualitas dan kinerja sekolahnya.

"Waktu itu alasannya bukan itu. Alasannya karena gedung direnovasi dan tidak ada kelas. Apalagi masalah kualitas, kepala sekolah tak pernah menyinggung itu," ujar Helmi.

Kendati demikian, ia menerima keputusan ini untuk sementara. Jika anak-anak didiknya merasa keberatan berada di SMP Negeri 79 yang letaknya jauh dan membutuhkan biaya transport besar maka pihaknya akan meminta solusi agar anak-anak ini tidak menjadi korban dari birokrasi.

"Kami lihat dulu anak-anak. Setidaknya sudah ada jaminan bagi mereka untuk memiliki ijazah yang diakui nantinya," tandasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger