Home » » Coco Peat Diujicobakan ke Tanaman Sayur

Coco Peat Diujicobakan ke Tanaman Sayur

Written By Dino Cerata on Sabtu, 13 Oktober 2012 | 22.43

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Coco Peat Diujicobakan ke Tanaman Sayur
Oct 13th 2012, 00:09

Coco Peat Diujicobakan ke Tanaman Sayur

Penulis : Nasrullah Nara | Sabtu, 13 Oktober 2012 | 00:09 WIB

Dibaca:

AISKI Ketua Umum Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), Efli Ramli (kiri) dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Marzan A Iskandar (kanan), mengamati contoh sabut kelapa seusai menandatangani nota kesepahaman penerapan teknologi pemanfaatan sabut kelapa di gedung BPPT, Jakarta, Kamis (27/9/2012)

JAKARTA, KOMPAS.com -  Serbuk sabut kelapa yang dalam perdagangan internasional disebut coco peat mulai diujicobakan sebagai media tanam hortikultura di Kepulauan Riau, Jumat (12/10/20120). Kondisi tanah di Kepulauan Riau yang mengandung bauksit, granit, pasir dan timah terbukti cocok menggunakan coco peat untuk menunjang kinerja pertumbuhan tanaman hortikultura.    

Informasi yang diterima Kompas, Jumat malam, menyebutkan, selain fungsinya sebagai penyimpan air, coco peat juga memiliki unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Ujicoba  dipantau langsung perekayasa utama pada Pusat Teknologi Sumberdaya Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dr Ir Agus Kristijono MSc di Tanjungpinang.  

Mantan Direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Sumberdaya Lahan dan Kawasan - BPPT ini berada di Tanjungpinang dalam rangka menyosialisasikan teknologi BiTumMan (Biji Tumbuh Mandiri) untuk kegiatan revegetasi lahan pasca tambang.   Usai memberikan ceramah tentang pemanfaatan teknologi BiTumMan, media tumbuh biji tanaman yang menggunakan bahan baku hasil rekayasa coco peat, gambut, fungi mikoriza arbuskular (FMA), dan bakteri rizosfir, Agus menyempatkan diri melihat lokasi perkebunan tanaman holtikultura di Toapaya, Kecamatan Toapaya Selatan - Kabupaten Bintan.  

Menurut alumni Texas A & M University, Amerika Serikat ini, coco peat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Bahan ini  juga memiliki pori-pori yang memudahkan pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. "Dengan menggunakan coco peat, intensitas penyiraman pada tanaman sudah bisa dikurangi," ujarnya.  

Berdasarkan hasil uji fungsional baik pengujian di rumah kaca, simulasi lahan kritis, maupun uji lapangan, coco peat terbukti memiliki kinerja yang handal sebagai metoda alternatif untuk mengatasi kekurangan air pada tanaman. "Hasil riset tentang coco peat ini sudah ada di BPPT," katanya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger