RUTENG, KOMPAS.COM - Membaca lebih banyak buku membuat seseorang lebih profesional dalam tugas hariannya, dalam pekerjaannya dan dalam berbagai kegiatannya. Jadi bayangkan jika seorang mahasiswa tidak gemar membaca buku!
Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng, Pr mendorong para mahasiswa dan dosen di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santo Paulus Ruteng untuk gemar membaca buku sehingga pengetahuan terus berkembang. Menurutnya, orang-orang cerdas dari jaman ke jaman muncul karena banyak membaca buku. Caranya, dengan memanfaatkan perpustakaan.
"Boleh ada TV, handphone, dan media internet di rumah, namun, semua itu dapat kena virus dan komunikasinya sangat terbatas sementara buku memberikan ilmu sepanjang masa. Buku tidak akan kena virus, tetapi hanya bisa robek apabila di makan binatang rayap," ungkapnya di hadapan ribuan mahasiswa dan mahasiswi STKIP Ruteng serta para dosen serta Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote serta undangan yang hadir dalam peresmian Perpustakaan STKIP Ruteng, Rabu (17/10/2012).
Uskup Leteng menjelaskan, keseimbangan antara iman dan ilmu membuat seseorang sangat cerdas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Untuk melaksanakan tugas mewartakan iman dan ilmu kepada masyarakat ketika mereka mengabdikan hidupnya pada masyarakat dan dunia pendidikan, para mahasiswa tidak boleh melupakan membaca buku dalam hidup harian kita. Para dosen dan mahasiswa didorong untuk menyisihkan uang untuk membeli buku.
Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote dalam sambutannya, Rabu (17/10/2012) menegaskan, kehadiran perpustakaan di suatu lembaga pendidikan sangat membantu para mahasiswa atau siswa untuk gemar membaca. Di perpustakaan, banyak referensi buku yang bisa dibaca demi pengembangan diri di masa mendatang.
"Saya minta peresmian Perpustakaan STKIP Santo Paulus Ruteng memberikan dorongan penuh kepada mahasiswi dan mahasiswi untuk membaca dan membuat penelitian di bidang ilmu masing-masing," katanya.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar