Home » » BATAN Kembangkan Sel Punca dari Kantung Amnion

BATAN Kembangkan Sel Punca dari Kantung Amnion

Written By Dino Cerata on Selasa, 09 Oktober 2012 | 07.40

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
BATAN Kembangkan Sel Punca dari Kantung Amnion
Oct 9th 2012, 14:40

BATAN Kembangkan Sel Punca dari Kantung Amnion

Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Selasa, 9 Oktober 2012 | 20:44 WIB

Dibaca:

BATAN Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembangan sel punca untuk penyembuhan penyakit marak di dunia. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) akan turut serta mengembangkan sel punca untuk tujuan tersebut.

"Perlatannya sudah saya siapkan, tapi sumber dayanya sedang belajar sekarang ini. Saat sudah pulang nanti, kita akan segera kembangkan," kata Basril Abbas, Kepala Bank Jaringan BATAN di Jakarta, Selasa (9/10/2012).

Basril menjelaskan, sel punca yang dikembangkan BATAN akan bersumber dari kantung amnion. Kantung amnion adalah kantung yang membungkus cairan ketuban pada embrio manusia. Saat bayi dilahirkan, kantung ini biasanya melekat pada plasenta.

"Kita kembangkan dari kantung amnion karena sebenarnya sayang. Kantung amnion banyak sel puncanya tetapi dibuang," papar Basril yang ditemui di sela seminar dan pameran Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) BATAN.

Sel punca yang dikembangkan nantinya akan melengkapi teknologi yang telah dirintis BATAN saat ini. Diantara teknologi tersebut adalah tulang steril hasil iradiasi yang bermanfaat untuk mengatasi masalah gigi goyang hingga pembuatan mata palsu yang tampak natural.

"Sel puncanya akan digunakan untuk tissue engineering. Bahan sintetik yang kita buat nanti akan kita tambahkan sel punca sehingga lebih bagus lagi. Sel punca akan membentuk jaringan yang akan menyempurnakan bahan itu," papar Basril.

Rencananya, sel punca tersebut akan dikembangkan mulai 2014. Sejak 1987, BATAN telah memprakarsai berdirinya Bank Jaringan. Dengan rencana pengembangan sel punca, BATAN masuk ke pengembangan Rekayasa Jaringan.

Pengembangan sel punca memang tidak melibatkan proses iradiasi. Namun, pengembangan tulang steril memanfaatkan iradiasi untuk sterilisasi. Pengembangan tulang steril itu adalah salah satu manfaat tenaga nuklir yang selama ini hanya identik dengan PLTN.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger