JAKARTA, KOMPAS.com - Perjuangan tujuh siswa Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) Johar Baru beserta gurunya terbayar sudah. Anak-anak dari keluarga tidak mampu ini akhirnya akan diakui oleh sekolah induknya yaitu SMP Negeri 28 Jakarta sehingga tetap memperoleh hak pendidikannya.
Kasubag Umum Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bambang Purwanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pada SMP Negeri 28 Jakarta untuk menerima anak-anak yang belajar di TKBM ini. Hal itu juga telah disetujui oleh pihak sekolah sehingga tujuh siswa dapat kembali datang ke sekolah.
"SMP Negeri 28 Jakarta sudah dihubungi langsung dan sudah sepakat akan menerima anak-anak ini," kata Bambang, saat menerima guru TKBM Johar Baru bersama dengan siswanya di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Ia menambahkan bahwa Kamis (18/10/2012) esok guru TKBM akan didampingi oleh pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk bertemu dengan pihak SMP Negeri 28 Jakarta untuk membicarakan masalah teknis terkait tujuh anak ini.
"Besok bisa bertemu. Pertemuannya mungkin bisa pagi atau sekitar pukul 13.00. Nanti akan ditemani oleh pihak Disdik," jelas Bambang.
Kembalinya SMP Negeri 28 Jakarta dijadikan sekolah induk untuk TKBM ini dikarenakan letak SMP Negeri 79 Jakarta yang semula dijadikan solusi untuk memindahkan tujuh siswa ini terlampau jauh dan membutuhkan biaya transport di luar kemampuan anak-anak ini.
Dengan ditunjuknya SMP Negeri 28 Jakarta kembali menjadi sekolah induk, dampaknya akan dirasakan juga oleh anak-anak dari keluarga miskin lain yang ingin bersekolah di TKBM Johar Baru. Seperti diketahui, Johar Baru merupakan salah satu kantong kemiskinan di Jakarta yang sebagian besar warganya kesulitan mengakses pendidikan dasar dan menengah.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar