Home » » Teori Baru Mengapa Pria Suka Payudara

Teori Baru Mengapa Pria Suka Payudara

Written By Dino Cerata on Jumat, 28 September 2012 | 00.41

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Teori Baru Mengapa Pria Suka Payudara
Sep 28th 2012, 07:41

Creative Commons Attribution Pria diprogram untuk menyukai payudara wanita. Stimulasi payudara merangsang keinginan wanita untuk bersatu dengan pasangannya.

ATLANTA, KOMPAS.com - Sudah menjadi rahasia umum jika payudara wanita menjadi hal yang menarik di mata pria. Tahukah anda? Ternyata hal ini bukanlah tanpa alasan, bahkan bisa dijelaskan secara ilmiah. Seorang Profesor Psikiatri, Larry Young dari Emory University, menguraikan hal ini dari sudut pandang neurologi dan evolusi.

Young mengungkapkan, ada sirkuit saraf pada manusia yang berevolusi, dari semula berfungsi menguatkan hubungan ibu dan bayinya menjadi mendukung interaksi antar pria dan wanita. 

Saat stimulasi puting payudara pada proses penyusui, perempuan dibanjiri hormon oksitosin atau "candu cinta". Hormon ini berfungsi meningkatkan perhatian dan afeksi sehingga wanita menyusui fokus pada bayinya.

Namun, studi terbaru menunjukkan, stimulai puting juga berkaitan dengan gairah seksual wanita. Stimulasi puting juga mengaktifkan area yang sama dengan stimulasi pada klitoris dan vagina.

Ketika pria menyentuh puting wanita dengan pijatan, perempuan juga melepaskan hormon oksitosin, seperti halnya ketika distimulasi oleh bayi saat menyusui. Namun dalam konteks ini wanita akan memfokuskan pada pasangannya, menguatkan keinginan untuk bersatu.

Dengan kata lain, pria bisa membuat wanita lebih bergairah dengan menstimulasi putingnya selama foreplay dan hubungan seksual. Evolusi membuat pria seperti memiliki keharusan untuk melakukannya.

"Evolusi telah melakukan seleksi pada organisasi otak pria sehingga menjadi tertarik dengan payudara wanita secara seksual, karena hasilnya mengaktifkan sirlkuit saraf pada wanita, membuat wanita merasa lebih terikat padanya," kata Young seperti dikutip Livescience, Rabu (26/9/2012).

Lalu pertanyaan selanjutnya, mengapa evolusi ini hanya terjadi pada manusia dan tidak terjadi pada mamalia lain? Young melihat hal itu terjadi karena manusia membentuk hubungan monogami, sedangkan 97 persen mamalia tidak.

"Kedua, mungkin ada hubungannya dengan postur badan manusia yang tegak dan bisa melakukan hubungan seksual secara face to face, yang memberikan lebih banyak kesempataan untuk menstimulasi puting saat berhubungan seksual" jelas Young.

Kritik teori Young ini muncul dari antropolog Rutgers University, Fran Mascia Lees. Ia mengatakan, tak semua pria tertarik pada payudara. Di budaya Afrika misalnya, perempuan tidak menutupi dada mereka, dan laki-laki juga tampaknyabersikap biasa saja.

Menanggapi hal itu, Young mengatakan bahwa hanya karena payudara tidak ditutupi dalam kebudayaan tertentu lantas aktifitas memijat dan merangsang payudara tidak menjadi bagian dari foreplay dalam kebudayaan tersebut. Sampai saat ini belum ada penelitian tentang stimulasi payudara sebagai foreplay dalam konteks antropologi.

Young mengelaborasi teori kecintaan pada payudara dan aspek neurologis lain dari seksualitas manusia dalam bukunya yang berjudul "The Chemistry Between Us" yang ditulis oleh Brian Alexander.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger