Home » » Tawuran Pelajar, Ekspresi Kegelisahan Kaum Muda

Tawuran Pelajar, Ekspresi Kegelisahan Kaum Muda

Written By Dino Cerata on Rabu, 26 September 2012 | 21.53

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Tawuran Pelajar, Ekspresi Kegelisahan Kaum Muda
Sep 27th 2012, 04:53

Tawuran Pelajar, Ekspresi Kegelisahan Kaum Muda

Penulis : Indra Akuntono | Kamis, 27 September 2012 | 10:57 WIB

Dibaca:

IMANUEL MORE GHALE Tiga pelajar SMA Yayasan Karya 66 (Yake) dibawa ke Mapolres Metro Jaksel untuk dimintai keterangan seputar peristiwa tawuran di Jalan Minangkabau, Setiabudi, yang mengakibatkan kematian rekan mereka Deny Yanuar (17).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran antarpelajar dinilai sebagai dampak dari kegelisahan masyarakat, khususnya pelajar, terhadap kondisi sosial dan politik yang terjadi di tengah masyarakat. Faktor ini lalu diperparah dengan ketidakmampuan sistem pembelajaran dan evaluasi pendidikan dalam rangka memberi ruang berkembangnya nalar peserta didik.

Pengamat pendidikan Universitas Paramadina, Mohammad Abduhzen menilai pendidikan merupakan subordinasi dari sistem sosio-politik. Menurutnya, apa yang terjadi dalam dunia pendidikan tak terlepas dari apa yang terjadi dalam sistem kerja lingkungan yang melingkupinya.

"Jadi tawuran-tawuran ini merupakan ekspresi dari kegelisahan dan ketegangan yang ada di masyarakat, utamanya kaum muda," kata Abduhzen, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/9/2012 malam).

Abduhzen juga menyayangkan peningkatan anggaran pendidikan belum juga menunjukkan dampak signifikan pada kecerdasan dan pembinaan peserta didik. Hal itu terjadi lantaran belum tepatnya alokasi dana dan program yang dijalankan oleh pemerintah.

"Anggaran meningkat hanya menyentuh pada akses pendidikan. Padahal tawuran ini terkait dengan sistem pembelajaran dan evaluasi yang tidak memberi ruang bagi berkembangnya nalar," tambahnya.

Dalam satu pekan ini, dua nyawa pelajar di Jakarta melayang sia-sia dalam insiden tawuran. Rabu (26/9/2012), Deni Januar kembali tewas dalam tawuran antara pelajar SMA Kartika Zeni dan SMA Yayasan Karya 66 di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Dua hari sebelumnya, Alawy Yusianto Putra tewas dalam tawuran antarsiswa SMAN 70 dan SMAN 6 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran Pelajar Memprihatinkan"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger