Home » » Tawuran pelajar dinilai bukti kegagalakan kebijakan pendidikan

Tawuran pelajar dinilai bukti kegagalakan kebijakan pendidikan

Written By Dino Cerata on Sabtu, 29 September 2012 | 11.11

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Tawuran pelajar dinilai bukti kegagalakan kebijakan pendidikan
Sep 29th 2012, 16:11

Rohmani (twitter.com)

Kebijakan pendidikan yang selama ini dibangun pemerintah terlalu berorientasi pada nilai atau akademik semata. Semua potensi pendidikan diarahkan untuk mengejar nilai ujian,"

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Maraknya tawuran di kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi bukti bila kebijakan pendidikan yang ada selama ini gagal, kata anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani.

"Kebijakan pendidikan yang selama ini dibangun pemerintah terlalu berorientasi pada nilai atau akademik semata. Semua potensi pendidikan diarahkan untuk mengejar nilai ujian," katanya di Jakarta, Sabtu.

Menanggapi maraknya tawuran pelajar akhir-akhir ini, ia melihat bahwa tawuran yang ada saat ini adalah buah dari kebijakan pendidikan yang berorientasi pada "score test".

"Sekarang kita memetik kebijakan yang selama ini dibuat pemerintah," kata legislator yang membidangi masalah pendidikan, kebudayaan, olahraga dan pariwisata itu.

Ia mengatakan bahwa anak didik yang lemah secara akademik akan termarjinalkan oleh sistem yang ada saat ini.

Contohnya, kata dia, anak yang gagal ujian nasional dicap sebagai siswa yang bodoh.

"Seharusnya pendidikan tidak memberikan stempel pintar atau bodoh. Kesuksesan pendidikan tidak sebatas akademik," katanya.

Ditegaskannya bahwa ujian nasional patut dievaluasi, karena telah melahirkan pelajar yang ada seperti saat ini, yakni tidak membangun karakter anak didik.

"Seharusnya pendidikan mengedepankan pendidikan karakter," katanya.

Untuk itu Rohmani meminta kepada pemerintah dan masyarakat jangan sepenuhnya menyalahkan anak-anak yang tawuran.

"Pemerintah harus berani mengoreksi atas kebijakan yang selama ini mereka buat. Justru anak-anak yang tawuran adalah korban kebijakan pendidikan yang keliru," demikian Rohmani.
(A035/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger