Home » » Semua punya andil dalam tawuran pelajar

Semua punya andil dalam tawuran pelajar

Written By Dino Cerata on Kamis, 27 September 2012 | 07.16

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Semua punya andil dalam tawuran pelajar
Sep 27th 2012, 13:03

Jakarta (ANTARA News) - Psikolog Pendidikan Karina Adistiani menilai tawuran pelajar yang kerap terjadi akhir-akhir ini bukan kesalahan satu pihak saja, namun semua pihak juga punya andil dalam pecahnya tawuran pelajar seperti terjadi di Bulungan, Manggarai serta Halim.

"Tidak ada tanggungjawab tunggal," katanya kepada ANTARA News, Kamis.

Dia meminta masyrakat untuk tidak saling tunjuk dan saling menyalahkan, seperti menyalahkan sekolah, guru, dan orang tua. "Padahal yang punya andil dalam masalah ini bukan cuma mereka saja," katanya.

Dia menyebut masyarakat juga ikut membentuk seorang anak sehingga jiak dia berbuat kekerasan seperti tawuran maka masyarakat seharusnya bisa mencegahnya.

Karina mengatakan media sosial dan media massa juga ikut andil dalam tawuran di beberapa lokasi di Jakarta karena menjadi tempat yang mudah dan efektif dalam menyebarkan foto atau video kekerasan.

"Media massa juga sering memberikan tayangan mengenai kekerasan, itu termasuk pendidikan kekerasan secara tidak langsung," katanya.

Dia juga menyoroti beberapa sekolah yang tidak menyediakan wadah bagi anak untuk mengekspresikan minat dan emosi anak didiknya. "Namun hal itu terjadi juga karena tidak ada sistem," katanya.

Dia melihat pendidikan yang kokoh disokong kuat oleh semua 'pilar pendidikan, antara lain masyarakat, orang tua, sekolah, media sosial dan pemerintah.

"Seperti rumah, semua pilarnya harus kuat. Jika ada yang tidak kokoh akan berpengaruh kepada bangunannya," katanya.

Karina menilai pemerintah berperan sebagai penyeimbang semua pilar karena pemerintah memiliki kekuasaan untuk membuat sebuah sistem pendidikan.

Karina juga menawarkan solusi lain berupa penyeimbangan semua pilar dengan memberi siswa wadah dalam mengekspresikan minat dan potensinya, dan wadah ini harus menjadi tren dan diperhatikan positif.

Pemerintah juga harus menciptakan 'suasana' pembelajaran yang tidak hanya fokus pada nilai akhir atau kognisi namun juga ilmu. "Sekarang kan sebagian besar itu teaching to the test, belajar untuk tes," katanya.

Akiibat hal ini ada derajat atau kasta pada setiap mata pelajaran. "Padahal tidak boleh ada derajat dalam pelajaran. Tidak boleh ada stigma bahwa pelajaran satu lebih baik dari yang lain," katanya.

Dalam satu minggu ini di Jakarta terjadi tiga tawuran maut antarpelajar di kawasan Bulungan, Manggarai, dan Halim.

(dny) 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger