Home » » Sampai September 2012, 16 tewas akibat tawuran sekolah

Sampai September 2012, 16 tewas akibat tawuran sekolah

Written By Dino Cerata on Minggu, 30 September 2012 | 03.15

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Sampai September 2012, 16 tewas akibat tawuran sekolah
Sep 30th 2012, 06:36

Jenazah korban tawuran pelajar siswa SMA Yayasan Karya 66, Deny Januar, dibawa pulang ke rumah duka dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu, (26/9). Deny merupakan korban pembacokan saat tawuran SMA Yake dan SMK Kartika Zeni Rabu (26/9) di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)

... 2012 ini saja, sudah 16 siswa karena tawuran siswa

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi X DPR, Rohmani, mengemukakan, hingga September 2012 sudah ada sekurangnya 16 orang pelajar yang tewas akibat tawuran siswa antar sekolah.

"Ini sudah merisaukan kami. 2012 ini saja, sudah 16 siswa karena tawuran siswa antar sekolah. Pemerintah harus memberikan penjelasan. Dan kami harus memberi respon sebelum persoalannya makin rumit," katanya di Jakarta, Minggu.

Karena itulah, kata dia, Komisi X DPR pekan ini telah memanggil pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada acara rapat dengar pendapat itu juga dihadirkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta guna membahas masalah tawuran yang sering terjadi di kalangan pelajar akhir-akhir ini.

Legislator yang membidangi masalah pendidikan, kebudayaan, olahraga dan pariwisata itu menyatakan bahwa masyarakat justru kian resah karena tawuran kerapkali terjadi di lingkungan pendidikan.

"Jadi, masyarakat wajar bertanya mengapa kekerasan seringkali melibatkan generasi muda," katanya. "Apa yang salah dengan sistem pendidikan kita. Kok, Kekerasan masih saja terjadi di lingkungan pendidikan," kata anggota Fraksi PKS DPR itu.

Rohmani mempertanyakan pemerintah terkait penggunaan anggaran 20 persen untuk pendidikan yang tidak mampu merubah wajah pendidikan nasional. "Seharusnya ada perubahan karena anggaran sektor pendidikan menempati urutan ketiga dalam pembiyaan APBN," katanya menegaskan.

Belum lagi, kata dia, anggaran pendidikan karakter yang tersebar di banyak kementerian dan lembaga. "Sayangnya pendidikan karakter tersebut tidak membuahkan hasil karena hanya berisi seminar semata," katanya.

(A035/S006)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger