JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali mengalokasikan anggaran untuk pendidikan Rp 6 triliun dari dana cadangan negara. Anggaran itu untuk pembiayaan inisiatif baru pendidikan menengah universal (PMU) dan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BO-PTN).
"Dalam rapat Komite Pendidikan semalam ditetapkan, dana itu boleh untuk PMU dan BO-PTN yang butuh anggaran triliunan rupiah," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR tentang postur anggaran pendidikan 2013 di Jakarta, Kamis (6/9).
Kebutuhan dana kedua inisiatif baru itu, lanjut Nuh, paling mendesak. Bantuan operasional sekolah saja untuk 11 juta siswa sekolah menengah.
Keseluruhan, semua inisiatif baru pendidikan butuh total anggaran Rp 15,5 triliun. Kekurangan Rp 8,5 triliun diharapkan bisa dipenuhi dari APBN 2013 yang sedang dibahas. "Kami optimistis inisiatif itu bisa dipenuhi. Final total APBN baru diketahui Oktober mendatang," kata Nuh.
Pada rapat kerja itu, anggota Komisi X mempertanyakan dasar hukum postur anggaran pemerintah. "Jika dasar hukumnya tidak kuat, akan dipertanyakan," ujar Dedi Gumelar.
Anggota Komisi X, Rully Chairul Azwar, menambahkan, postur anggaran sebenarnya merupakan gambaran besar anggaran pendidikan. Hanya, jika disampaikan sekarang, sebenarnya terlambat karena RAPBN 2013 sedang dibahas. "Tak bisa banyak mengubah. Ini sudah telat," ujarnya.
Raihan Iskandar mengatakan, DPR tak bisa "terima jadi" postur anggarannya. "Kami perlu ketemu Komite Pendidikan agar postur anggaran ini jelas," ujarnya. (LUK)
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar