JAKARTA, KOMPAS.com — Aktivitas riset di kalangan pelajar selama beberapa tahun ini paling menonjol terlihat di Jawa Timur. Hal ini terlihat dari naskah Lomba Penelitian Ilmiah Remaja SMP yang selalu paling banyak dikirim oleh pelajar dari Jawa Timur.
Dalam LPIR 2012, misalnya, dari 706 naskah yang masuk untuk bidang IPA, IPS, dan Teknologi, sebanyak 201 naskah berasal dari Jawa Timur. Adapun dari Jawa Tengah sebanyak 145 naskah. "Dua provinsi ini selalu menonjol dari tahun ke tahun dalam pengiriman naskah lomba," kata Supriano, Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa (4/9/2012). Seleksi finalis LPIR SMP akan diadakan pada 27-29 September di Banjarmasin.
Selain itu, tidak semua provinsi mengirimkan karya ilmiah siswanya pada LPIR 2012. Dari 33 provinsi, 6 provinsi tidak ikut serta, yaitu Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.
Menurun
Menurut Ketua Dewan Juri LPIR SMP Prof Dr Wahyuddin Latunreng, tahun ini, baik jumlah peserta maupun sebarannya, mengalami penurunan. Tahun 2010 dan 2011, hampir semua provinsi terwakili dan jumlah pesertanya lebih banyak 30 persen, yaitu lebih dari 1.000 tim. "Belum diketahui pasti penyebab penurunan ini," ujarnya.
Tahun depan, untuk mendorong kegiatan riset para siswa, terutama di luar Jawa, Kemdikbud akan mengadakan pelatihan teknik riset atau metodologi penelitian dan penyusunan laporan ilmiah bagi para guru IPA dan IPS. Pelatihan terutama bagi guru yang membimbing kelompok ilmiah remaja.
Selain itu, Kemdikbud juga akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk menyelenggarakan ajang kompetisi di daerah. Dengan kompetisi berjenjang ini akan ada keterwakilan siswa dari setiap daerah.
"Selama ini pengajuan naskah langsung dari sekolah-sekolah. Pada kompetisi mendatang, melalui dinas pendidikan akan didorong tiap kabupaten mengirimkan satu tim peserta sehingga ada pemerataan," kata Supriano. (YUN)
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar