Home » » Rektor IPB: Inovasi Itu Mahal, Namun Berdaya Jual

Rektor IPB: Inovasi Itu Mahal, Namun Berdaya Jual

Written By Dino Cerata on Senin, 03 September 2012 | 03.21

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Rektor IPB: Inovasi Itu Mahal, Namun Berdaya Jual
Sep 3rd 2012, 10:21

Perguruan Tinggi dan Penelitian

Rektor IPB: Inovasi Itu Mahal, Namun Berdaya Jual

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 3 September 2012 | 15:28 WIB

Dibaca:

Shutterstock Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Hery Suhardiyanto mengatakan, diperlukan investasi besar untuk melakukan banyak inovasi dalam penelitian. Kendati demikian, investasi itu nantinya dapat kembali dalam bentuk peningkatan mutu.

"Inovasi perlu biaya mahal, tetapi akhirnya akan memiliki daya jual, dan bisa mengembalikan modal investasi itu sendiri," terang Hery saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/9/2012).

Selama ini, kata Hery, IPB telah melakukan sejumlah inovasi khususnya dalam hal pangan, seperti mengembangkan beberapa varietas, misalnya padi, kedelai, pepaya, melon, dan manggis.

Semua penelitian pangan yang dilakukan IPB memang belum dapat menentukan varietas alias mentok pada penentuan galur. Akan tetapi, galur yang diperoleh nantinya bisa diperbanyak menjadi bibit benih yang disebarkan. Pemilahan benih, menurut Hery, masuk dalam tahapan komersialisasi dan menjadi pintu masuk mengembalikan modal yang digunakan sebagai investasi.

Selama ini pengembangan penelitian di IPB dilakukan sesuai kemampuan. Tahun ini, IPB memiliki anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk menjalankan penelitian-penelitiannya. Ada 179 varietas unggul yang dimiliki IPB, sekitar 10 persen diantaranya sudah beredar di tengah masyarakat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan "menantang" perguruan tinggi berinovasi pada penelitiannya, khususnya dalam bidang pangan dan energi. Pemerintah telah siap mengucurkan dana untuk mewujudkan penelitian yang bersifat nasional itu. Sumber dananya berasal dari bunga dana abadi. IPB dikatakan akan menerima 30 persen dari bunga dana abadi itu untuk melakukan penelitian tersebut.

Dana abadi saat ini tersimpan di bank dengan jumlah sekitar Rp 1 triliun. Simpanan dana itu hanya akan digunakan untuk tiga hal, beasiswa, penelitian, dan rehabilitasi gedung sekolah bila diguncang bencana alam.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger